Logo kotaperwira.com

Wilayah Pinggir Kota Rawan Produk Kadaluwarsa

PURBALINGGA – Menjelang Lebaran, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Purbalingga (Disperindangkop) makin sibuk dengan pemantauan bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan lebaran. Naiknya permintaan memberikan peluang beredarnya barang-barang kadaluwarsa di pasaran. Disperindangkop meminta masyarakat di wilayah pinggir kota untuk waspada terhadap peredaran barang kadaluwarsa itu.

Menindaklanjuti kemungkinan beredarnya barang kadaluwarsa, Disperindangkop saat itu melakukan sweeping terhadap tanggal kadaluarsa produk-produk kemasan di dalam kota. Hasilnya tidak ditemukan kejanggalan.

Namun hasil pantauan Radarmas, Kamis (2/8) kemarin, sejumlah pemilik warung kecil di pinggiran kota ternyata tidak mengetahui jika produk kemasan yang dijualnya sudah melewati batas kadaluarsa. Menanggapi hal tersebut, pihak Disperindangkop, melalui Kadinas Agus Winarno, mengakui jika saat ini, daerah-daerah di pinggiran kota masih menjadi sasaran peredaran barang kadaluwarsa itu.

“Untuk wilayah pinggir kota masih sangat dimungkinkan terjadi kasus seperti itu. Jumlah personel kami sangat terbatas jika harus memantau setiap produk yang dijual di seluruh Purbalingga. Paling yang kami lakukan adalah pengecekan terhadap pedagang grosir, sebelum didistribusikan ke pedagang-pedagang kecil,” ungkapnya.

Selain itu, Agus juga menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan produk kemasan kadaluarsa beredar di kalangan masyarakat terutama masyarakat pinggir kota atau desa. Salah satunya adalah pola pikir masyarakat yang berbeda antara masyarakat kota dan desa. Masyarakat desa cenderung tidak memiliki kecurigaan satu sama lain, sehingga kemungkinan bisa dimanfaatkan.

“Faktor lain yang mendorong terjadinya hal seperti itu antara lain minimnya pilihan produk yang terdapat di warung-warung kecil, sehingga masyarakat yang notabene menjadi konsumen tidak cukup selektif dibanding masyarakat kota yang memiliki banyak pilihan,” tambahnya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam membelanjakan uangnya. Hal tersebut sudah pernah dia sampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) jelang Ramadhan bersama para pedagang dan elemen masyarakat beberapa waktu lalu.

Dalam rakor tersebut ada dua poin yang bisa dijadikan referensi yaitu pembinaan pedagang, serta pembentukan masyarakat menjadi konsumen yang cerdas.

“Ada tiga kriteria konsumen cerdas. Pertama, membeli barang sesuai kebutuhan. Kedua, mengutamakan produk lokal dibanding produk impor, dan ketiga adalah waspada terhadap barang yang akan dibelinya, karena dikhawatirkan barang tersebut rusak atau kadaluarsa,” jelas Kadinas Agus Winarno saat ditemui Radarmas di kantornya, Jumat (3/8) kemarin.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Drs. Djarot Sopan Rijadi SE mengungkapkan, akan melakukan pengecekan di beberapa kecamatan terkait produk kadaluarsa tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti dengan mengecek beberapa warung di tingkat kecamatan. Dan jika ada barang yang tidak sesuai, akan segera kami tarik dari peredaran dan yang bersangkutan akan mendapat peringatan keras. Diharapkan hingga Lebaran nanti, Purbalingga aman dari produk kadaluarsa,” jelasnya. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42