Logo kotaperwira.com

Waspadai Barang Kadaluwarsa Jelang Hari Raya Idul Fitri

Purbalingga – Mendekati hari raya idul fitri, peredaran barang-barang kebutuhan di pasaran sangat rentan disusupi produk yang sudah kadaluwarsa. Produk yang sudah expired itu biasanya beredar di daerah pedesaan. Karena dengan tingkat pendidikan yang tidak cukup memadai, serta suplai barang yang terbatas, membuat produk kadaluwarsa itu mudah diterima warga.

“Berbeda dengan di kota yang warganya relatif berpendidikan cukup. Orang pasti hanya membeli produk yang sesuai ketentuan, termasuk batas kadaluwarsa. Jadi pedagang tidak mau lagi menjual barang-barang yang sudah kadaluwarsa karena pasti tidak akan laku,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, Drs Agus Winarno M.Si, Rabu (3/7).

Untuk mengantisipasi kemungkinan maraknya peredaran produk-produk kadaluwarsa tersebut, Dinperindagkop akan menurunkan tim untuk melakukan pengawasan, sekaligus menyampaikan sosialisasi kepada warga pedesaan tersebut.

Agus Winarno memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Purbalingga aman hingga tiga bulan mendatang. Bila sekadar untuk memenuhi kebutuhan warga pada saat lebaran, bisa dibilang melimpah.

“Kami terus memantau dari aspek produksi, suplai, distribusi, harga dan kualitas barangnya. Jangan sampai suplai sebuah produk sebenarnya mencukupi. Tapi karena distribusinya tidak merata kemudian menimbulkan disparitas harga,” ujar Agus.

Antisipasi Kebutuhan Elpiji

Mengenai kebutuhan gas elpiji, Agus menyebutkan, dari Pertamina Cilacap, Purbalingga mendapat kuota elpiji bersubsidi sebanyak 11.060 tabung gas isi 3 kilogram setiap harinya, kecuali pada tanggal merah. Untuk mengantisipasi kebutuhan lebaran, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan penggeseran jadwal pengiriman gas elpiji. Pada tanggal 17 Agustus yang merupakan hari libur, suplai tabung gas elpiji tetap dikirim dan diajukan jadwalnya pada tanggal hari Minggu 14 Agustus. Demikian pula jadwal pengiriman tanggal 30 dan 31 Agustus dikirimkan pada hari Minggu 21 dan 28 Agustus.

“Bahkan dalam kondisi terpaksa, misalnya terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram, Hiswana Migas dengan rekomendasi pemkab bisa meminta tambahan pengiriman sampai 50 persen dari kuota,” ujar Agus.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42