Logo kotaperwira.com

Warga Kominot Mengadu ke Dewan dan Sampaikan Lima Tuntutan

Purbalingga – Warga Jl Komisaris Noto Sumarsono Kelurahan Purbalingga Kidul mengadu ke DPRD Kabupaten Purbalingga. Mereka menyampaikan lima tuntutan warga kepada Ketua DPRD dan Komisi DPRD, Selasa (31/5). Warga juga meminta sosialisasi verboden 24 jam di Jl Kominot dihentikan dan diganti dengan sosialisasi pemberlakuan 24 jam dua arah.

Lima tuntutan warga tersebut adalah menolak diberlakukannya satu arah 24 jam, penghentian masa uji coba satu arah 24 jam per 1 Juni, pengembalian pemberlakuan dua arah pada jalan Kominot, pengadaan kelengkapan traffic light di pertigaan Taman Usman Janatin (ujung Barat Jl Kominot-red) dan menuntut kelengkapan rambu lalu lintas di sepanjang jalan kominot.

“Selama masa sosialisasi ini, warga cukup dirugikan. Karena itu kami meminta agar sosialisasi itu dihentikan saja, ” tutur Unang Setiyawan, salah seorang perwakilan warga.

Hal senada juga disampaikan Drs H Fauzan Anwar. Ia meminta agar sosialisasi itu harus adil. Setelah selama hampir setengah bulan dilakukan sosialisasi verboden 24 jam, Dishub Purbalingga juga diharapkan melakukan sosialisasi dua arah selama 24 jam mulai 1 Juni. “Kebijakan itu semestinya tidak hanya dilihat dari sisi yuridis semata, namun juga harus memperhatikan dampak sosial,” tandasnya.

Kabid lalu lintas Dinhubkominfo Purbalingga, Sucipto SH menjelaskan, survey yang dilaksanakan oleh Dinhubkominfo pada akhir Maret tersebut tidak ada yang mengarah agar jalan Kominot itu diberlakukan searah 24 jam.

“Tidak ada sedikitpun hasil survey yang mengarahkan agar jalan kominot ditetapkan menjadi satu arah selama 24 jam. Kami hanya mengamankan kebijakan Bupati dengan melaksanakan survey dan ujicoba sebagai sosialisasi,” tuturnya.

Sucipto menjelaskan, pengguna jalan di Jl Kominot tersebut merupakan pengguna jalan statis. Artinya, kendaraan yang melewati Jl Kominot itu merupakan kendaraan yang biasa melewati jalan itu. Pada pukul 17.00 keatas, arus pada jalan tersebut menurun drastic. “Pada pukul 7 hingga 8 pagi, arus kendaraan mencapai sekitar 4000 kendaraan per jam. Pada pukul lima sore ke atas, hanya berkisar 500 hingga 600 kendaraan,” tandas Sucipto.

Ketua DPRD H Tasdi SH MM mengatakan, masukan dari warga tersebut akan ditindaklanjuti sebagai bahan pertimbangan. Dalam waktu dekat ini, DPRD Purbalingga, Bupati dan Polres Purbalingga akan melakukan rapat menyikapi kebijakan verboden 24 jam di Jl Kominot itu.

Sumber : Radar Banyumas

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42