Logo kotaperwira.com

Warga Kembali Keluhkan Pencemaran TPA Banjaran Bojongsari

Purbalingga – Isu lama kembali mencuat di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, terkait keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjaran. Warga kembali mengeluhkan pencemaran TPA terhadap air bersih dan tanah.

Beberapa warga di Desa Banjaran mengaku air bersih yang ada di lingkungan mereka tercemar. Seperti yang diungkapkan salah satu warga, Soni kepada Radarmas kemarin (17/7). Dia mengatakan, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Rembesan air TPA juga membuat sumur-sumur warga menjadi tak layak konsumsi. “Tanah di sekitar TPA saja tidak bisa ditanami. Pernah ditanami pohon pisang, daunnya menguning dan mati,” katanya.

Warga berharap keluhan tersebut ditanggapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga. Salah satunya adalah agar Pemkab mau memberikan kompensasi yang setara dengan kerugian yang mereka alami. Paling tidak menyediakan air bersih yang terjangkau bagi warga di sekitar TPA.

Dia menjelaskan, saat musim hujan mereka sudah pasti tidak memiliki air bersih. “Kami berharap paling tidak ada saluran air bersih yang masuk ke Dusun Tambangan. Selama ini saluran air bersih itu cuma sampai Dusun Banjaran yang letaknya di Utara sana,” katanya.

Warga sudah mengirimkan an surat kepada Ketua DPRD Purbalingga dan Bupati Purbalingga tetapi belum ada tindak lanjut secara riil.

Tak hanya itu langkah Pemkab Purbalingga merevitalisasi TPA semakin merugikan warga. Pasalnya, langkah itu berimbas mengurangi jarak antara TP dengan pemukiman warga. Dikhawatirkan hal tersebut justru akan memperluas pencemaran di sekitar TPA.

“Yang jaraknya jauh saja sudah banyak pencemaran. Ini tinggal beberapa meter saja. Bisa diprediksi apa yang akan terjadi, jika seperti ini,” ujar seorang warga, Ranto, tentang keberadaan pembangunan TPA berteknologi mutakhir itu.

Jika sebelum perluasan, TPA berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga, maka setelah dibangun TPA dengan teknologi sanitary landfill, jarak TPA justru tinggal tak lebih dari 30 meter.

Kekhawatiran warga menurutnya, merupakan hal yang wajar, sebab sejak TPA itu berdiri sekitar 1994 silam, sudah banyak terjadi pencemaran lingkungan di sekitar TPA. Terutama pencemaran air bersih dan tanah.

Ranto yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter tersebut mengemukakan, aliran irigasi yang berada di bawah lokasi TPA dulunya sangat bersih. Kini, air di saluran tersebut tidak lagi bisa dimanfaatkan.

Warga Banjaran melalui Persatuan Pemuda dan Masyarakat Desa Banjaran sudah melayangkan surat tuntutan bernomor 01/10/11/PMB ke kepala desa. Surat tersebut ditembuskan ke Bupati Heru Sudjatmoko.

Dalam surat yang disertai tanda tangan 42 orang dari dusun Tambangan, Banjaran dan Sawangan tersebut, mereka menuturkan limbah cair dari TPA sangat mengganggu. Bahkan, mengakibatkan ikan dan ternak warga mati.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42