Logo kotaperwira.com

Warga di Purbalingga Apatis Terhadap Pelaksanaan E-KTP

PURBALINGGA – Kendati proses penerapan E-KTP sudah mulai jalan, sebagian warga di Purbalingga masih apatis dengan kebijakan nasional itu. Indikasinya terlihat dengan respon warga yang adem ayem saja, meski tidak mendapat surat pemberitahuan (SP) NIK.

Padahal, SP itu penting untuk proses selanjutnya, yakni pembuatan E-KTP di kecamatan. Tanpa surat tersebut warga tidak bisa dibuatkan E-KTP, meski memiliki KTP nasional. Sementara E-KTP itu sendiri akan diberlakukan di Kabupaten Purbalingga tahun 2012.

Ketua RT 03/04 Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Suryono, Senin kemarin mengatakan di kampung masyarakat tidak terlalu ambil pusing ketika tidak menerima SP NIK. “Mungkin mereka berpikir yang penting sudah memiliki KTP nasional, padahal antara KTP nasional dengan E-KTP lain,” katanya.

Adapun warga yang mengikuti perkembangan berita, ketika tidak mendapat SP NIK langsung bereaksi. Demikian pula halnya dengan ketua RT. Warga yang tidak mendapatkan SP NIK mendatangi ketua RT untuk menanyakan hal itu. Ketua RT kemudian menanyakan ke desa/kelurahan.

Ketua RT yang sadar pentingnya E-KTP akan segera melakukan langkah saat mengetahui ada warganya yang tidak mendapat SP NIK. Seperti dilakukan Suryono. Dia tidak mendapatkan SP NIK, demikian pula dengan beberapa warganya.

Karena itu dia mengambil keputusan untuk memfotokopi surat pemberitahuan yang sudah dihapus datanya. Fotokopi itu dibagikan kepada seluruh warga untuk mengisi sendiri, baik nama maupun NIK sesuai dengan kartu keluarga (KK).

Sementara Ketua RT 02/03 Kelurahan Karangsentul, Sarana, mengaku tidak mengerti mengapa SP NIK yang sudah diserahkan kepada warga dikumpulkan lagi oleh kelurahan. Padahal, setahu dia SP itu menjadi milik warga dan disimpan warga.

“SP NIK yang ada di warga sudah kami minta kembali dan sudah diambil oleh utusan kelurahan. Sampai sekarang belum dikembalikan lagi kepada saya. Kalau sudah dikembalikan akan saya serahkan lagi kepada masing-masing warga,” ujarnya.

Belum Menerima

Kepala Kelurahan Karangsentul, Sahid Wahyono, mengaku belum menerima kembalian SP NIK warga. Dia juga tidak membenarkan bila SP warga itu ditarik kembali ke kelurahan, karena sesuai SE (surat edaran) Plt Sekda, yang ditarik ke kelurahan adalah fotokopi SP yang berisi koreksian.

“Kalau yang ditarik lagi adalah yang datanya tidak benar dan sudah dikoreksi. Yang ditarik itu fotokopian, bukan asli. Misalnya ada salah tanggal lahir, nama, status. Kalau SP asli dipegang masing-masing warga untuk membuat E-KTP tahun 2012,” jelasnya.

Mengenai penarikan SP NIK asli, menurutnya, hal itu harusnya tidak dilakukan. Dia mengira hal itu terjadi karena salah persepsi, karenanya SP asli akan dikembalikan kepada warga.

Kepala Dinpendukcapil, Sridadi, menuturkan sampai saat ini belum ada koreksian SP NIK yang masuk. Namun, cukup banyak pihak yang melakukan konsultasi mengenai SP itu maupun E-KTP.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42