Logo kotaperwira.com

Walau Pemerintah Pasif, Pemuda Harus Aktif Berkreasi

Purbalingga – Membicarakan perkembangan film pendek di Purbalingga hari ini sulit dilepaskan dari sosok Bowo Leksono. Dialah yang memulai dengan memberdayakan anak muda di kota kelahirannya tersebut. Langkah itu dia deklarasikan dengan mendirikan Cinema Lover Community (CLC) 2006.

Sejak saat itulah, aktivitas pembuatan film bermunculan dan menggelora dalam gairah kaum muda Purbalingga, terutama kalangan pelajar. “Kalau melihat masa itu, sebenarnya ada potensi dalam pembuatan film pendek karena banyak video shooting mantenan di Purbalingga. Namun tampaknya mereka hanya mampu berkutat pada teknologinya dan belum mampu mengembangkan sisi kreasi,” ujar alumnus FH Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Dia mengakui selama ini CLC berkutat pada proses regenerasi yang melalui berbagai program pelatihan, pemutaran film, dan festival yang digelar setiap tahun. Dia berharap dari program tersebut bakal lahir generasi baru pembuat film. “Namun kerja tersebut tidak setahun-dua tahun,” ucapnya.

Bowo menuturkan keminiman ruang gerak menjadi permasalahan utama. Sebenarnya butuh kesamaan gerak lintas bidang seni untuk bisa membangun iklim penciptaan dan peran pemerintah yang proaktif dalam mengakomodasi kreativitas anak muda. “Namun pemerintah lebih banyak diam dalam soal fasilitas kreativitas anak muda. Tak pelak, anak muda pun harus bisa aktif mengisi ruang-ruang gerak dan menghidupkan atmosfer kreatif,” kata pemuda yang tinggal di Bobotsari itu.

Menurut pendapat dia, masih banyak faktor yang harus dilaksanakan dalam membangkitkan semangat dan pandangan orang tentang pembuatan film pendek. Sebab, kebanyakan orang berharap bisa memperoleh nafkah untuk menghidupi keluarga dari pembuatan film.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42