Logo kotaperwira.com

Wage’s Production, Produsen Sepatu Lokal Purbalingga

Tak Kalah dengan Cibaduyut

PURBALINGGA – Seorang pemuda, Wage Suratman (35), asal Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Purbalingga (Jateng) memiliki ambisi ingin menciptakan produsen sepatu seperti Cibaduyut di kampungnya. Wage memproduksi berbagai macam sepatu sandal dan jaket yang semuanya berbahan kulit.

Kini, di tempat usahanya yang berada di jalan raya jurusan Purbalingga-Semarang, atau tepatnya sekitar 200 meter sebelah timur SMAN 1 Bukateja, Wage memproduksi aneka sepatu, sandal, sabuk, dan jaket untuk pria maupun wanita, semuanya dengan bahan dasar kulit.

“Saya berani jamin, semua produksi kami bahannya kulit 100 persen,” ujar Wage Suratman, pemilik Wage’s Production, Senin (29/10/2012)

Wage, bapak beranak dua ini menuturkan, merintis usaha pembuatan sepatu dan sejenisnya enam tahun lalu, atau awal 2006. Jatuh bangun sudah ia rasakan ketika mengawali usahanya selama kurang lebih dua tahun, 2006-2008. Didorong semangat gigih untuk terus berusaha, dan membangun jaringan bisnis dengan berbagai kalangan, empat tahun belakangan ini usahanya terus berkembang.

Sebelumnya, aku Wage, selama kurang lebih 19 tahun bekerja di sebuah pabrik sepatu di Jakarta. Setelah pengalaman yang didapat dirasa cukup, maka pada tahun 2006 ia berani membuka usaha sendiri di Bukateja. “Saya bersyukur, usaha saya ini sekarang bisa berkembang,” ujar Wage yang memiliki tujuh karyawan ini.

Saat ini, Wage lebih banyak memproduksi sepatu, dengan bahan kulit sapi maupun kambing. Bahan kulit ia dapatkan dari Magetan, Jawa-Timur. Sepatu produksi Wage diberi merk “Tiara”, “Berly” dan “Black Tower”. Khusus untuk nama Tiara dan Berly, adalah untuk mengabadikan nama anaknya, yang kini berumur 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD , serta berumur dua tahun.

Selama ini, lanjut Wage, harga sepatu yang diproduksinya beraneka ragam, dari harga termurah berkisar Rp 70.000,– Rp 80.000,- untuk sepatu wanita, hingga Rp 350.000,- untuk sepatu pria dewasa.Variasi harga itu tergantung model.

“Untuk sepatu pria tergantung modelnya, paling mahal ya sekitar Rp 350.000,- . Namun rata-rata kami jual antara Rp 180.000,- hingga Rp 230.000,-,” ujarnya.

Selain sepatu, aneka produksi bikinan Wage, yakni sandal, sabuk, dan jaket dengan harga juga bervariasi. Untuk sandal wanita berkisar Rp 65.000,- hingga Rp 100.000,-; sandal pria Rp 80.000,-. sabuk Rp 100.000,- dan jaket berkisar Rp 80.000,-. Namun Wage juga melayani pesanan jaket seharga Rp 1 juta. “Harga jaket yang kami jual ada yang Rp 1 juta, karena bahan bakunya dari kulit domba, yang harganya juga mahal. Dengan harga segini, kami berani jamin, kualitas barangnya istimewa, tidak kalah dengan kualitas impor,” ujar Wage.

Saat ini, Wage melayani pembelian secara perorangan dengan datang langsung ke tempat usahanya, maupun melayani partai besar. Pembeli bisa kontak juga melalui nomer hand phone 081327349761. Wage juga terus memperluas jaringan pasarnya, lewat berbagai pemeran, baik di Purbalingga, Purwokerto, Jakarta, Semarang dan kota-kota besar lainnya.

Tak hanya sekolah dan perguruan tinggi yang memesan sepatu bikinan Wage. Jajaran kepolisian pun rutin memesan sepatu bikinan Wage, diantaranya dari Polres Banyumas, Polres Banjarnegara dan Polres Purbalingga.

Jika pada hari-hari biasa Wage beserta karyawannya mampu memproduksi 900 pasang sepatu per bulannya, namun memasuki tahun ajaran baru, ia harus ngebut menambah produksi bisa lima kali lipat lebih. “Dengan peningkatan produksi itu, kami tetap mengutamakan kualitas garapan. Kami berani garansi hingga 3 tahun,” ujar Wage berpromosi.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42