Logo kotaperwira.com

Victor Hutabarat Pukau Warga Purbalingga dalam Perayaan Natal Bersama

PURBALINGGA – Perayaan Natal bersama gereja-gereja se-Purbalingga (Jateng) dan anggota TNI/Polri di Pendopo Dipokusumo Pemkab setempat, Jum’at (30/12/2011) malam benar-benar meriah. Kehadiran artis era 1980-an Victor Hutabarat mampu menghibur penonton. Tak hanya umat Kristiani saja, tamu undangan dan penonton lain ikut terhibur. Lewat delapan lagu yang didendangkannya, penonton ikut larut menyanyikan lagu-lagu pujian dan tembang nostalgia.

Penampilan Victor sangat prima. Meski ia merasa cape karena dari lawatan menghibur Natalan di Tapanuli dan hanya sempat istirahat 2 jam di perjalanan darat Semarang – Purbalingga, namun, olah vokalnya tetap stabil. “Meski merasa capai, namun saya bersyukur karena bisa merayakan Natalan bersama warga Purbalingga,” ungkap Victor saat hendak mengawali lagu rohani pertamanya, “Bila Topan Keras Melanda Hidupku”.

Perayaan Natal Bersama TNI/Polri

Perayaan Natal Bersama BKSAG dan TNI/Polri di Purbalingga

Lagu-lagu rohani lain yang didendangkan seperti ‘Dia Lahir untuk Kami’, Ave Maria, Haleluya, Saat Natal Bersama Mama & Papa dan Kesara.

Victor yang dilahirkan di Palembang 29 Agustus 1955 ini juga mendendangkan satu lagu bernuansa Batak berjudul Situmorang. Sebelum menembangkan lagu Batak, Victor berujar jika orang Batak suara keras –keras karena rumahnya saling berjauhan, sehingga kalau memanggil harus keras. “Orang Batak makan apa saja juga mau. Ibaratnya semua daun dimakan, kecuali daun pintu. Semua yang terbang di udara juga dimakan kecuali pesawat terbang, karena terbuat dari besi. Apalagi soal tempe, saya juga suka. Saat perjalanan dan istirahat di Wonosobo, saya seneng sekali karena disuguhi tempe mendoan,” tutur Victor.

Dengan nada guyonan pula Victor menyebut, orang Batak suka makan aing-aing juga, (Maksudnya menyebut anjing). “Jadi suaranya keras-keras seperti yang dimakan itu,” tuturnya yang diikuti tawa penonton.

Victor Hutabarat di Purbalingga

Victor Hutabarat dalam Perayaan Natal di Purbalingga

Ketika menyenyikan lagu Situmorang, Victor juga memplesetkannya. Ia menyebut Bupati Purbalingga menjadi Heru Situmorang. Padahal nama aslinya Heru Sudjatmoko.

Victor juga didaulat oleh penonton untuk menyanyikan salah satu lagu pop nostalgia Indonesia, ‘Gereja Tua’. Penonton pun tanpa dikomando ikut menyanyikan lagu ini. Mengetahui banyak tamu yang suka lagu itu, Victor pun turun panggung dan mengajak beberapa tamu untuk mendedangkan lagu itu.

Dalam perayaan Natal yang dihadiri sekitar 2.000 jemaat dan tamu undangan itu, Kapolres Purbalingga AKBP Roy Hardi Siahaan, S.IK, SH, MH juga melaunching album lagu rohani ciptaaanya, ‘Bila Saatnya Tiba’. “Lagu ini menggambarkan jika Tuhan Yesus memanggil saya, maka saya siap kapanpun juga,” kata Kapolres Roy Hardi.

Roy Hardi mengatakan, syair lagu itu sengaja dibuat ketika menjalani perawatan di rumah saki Elisabet Semarang. “Ketika sakit, dokter menyebut penyakit saya yang bersarang di kepala, aneh. Sulit disembuhkan karena tidak diketahui. Saya berusaha dekat kepada Tuhan, dan membuat lagu itu dengan petikan gitar. Ternyata, tiga hari kemudian ketika kepal saya di cek lagi, penyakit saya hilang. Ini Sungguh anugerah terbesar dari Tuhan Yesus,” kata Roy Hardi.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42