Logo kotaperwira.com

Usaha Kecil di Purbalingga Belum Siap Konversi

Kota – Dunia usaha di Kabupaten Purbalingga belum siap untuk melaksanakan konversi minyak tanah ke elpiji, terutama yang berskala kecil dan mikro. Selain minimnya sosialisasi, ketersediaan tabung elpiji, usaha kecil dan mikro selama ini masih terbiasa menggunakan minyak tanah.

“Terus terang kalau konversi jadi dilakukan, dunia usaha, khususnya skala kecil, banyak yang kerepotan. Mereka belum siap. Belum lagi elpijinya sekarang masih susah dicari,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Purbalingga, Saryono, Kamis (18/12).

Sebagai pelaku usaha, hingga saat ini Saryono mengaku masih bingung kapan konversi dilakukan. Sosialisasi dari PT Pertamina masih sangat minim. “Sosialisasi baru sekali, yaitu habis Lebaran itu. Banyak masyarakat dan pelaku usaha di Purbalingga yang belum mengetahui ini,” kata dia. Pembagian tabung elpiji pun juga belum dilakukan di Purbalingga, termasuk ke usaha-usaha kecil di wilayah ini yang jumlahnya ribuan.

Usaha kecil yang paling terkena dampak konversi, menurut Saryono, adalah pedagang kaki lima, warung, dan industri kecil makanan olahan. Mereka selama ini bergantung pada bahan bakar minyak tanah.

“Pada prinsipnya, Purbalingga belum bisa menerima pengurangan alokasi minyak tanah, seperti yang disampaikan Bupati Purbalingga itu (Kompas, 18/12), karena elpiji belum disalurkan, sementara sosialisasi belum banyak dilakukan. Demikian pula dengan masih banyaknya masyarakat yang bergantung pada minyak tanah,” kata dia.

Darsono (37), pemilik usaha Rowi Tirta, industri makanan kecil di Purbalingga, mengatakan, saat ini dia belum siap mengganti semua pola pemasakan produknya dengan elpiji. Dia mengaku belum menemukan solusi untuk beralih dari minyak tanah ke elpiji. Usaha Darsono adalah pembuatan emping jagung, makaroni goreng, dan kentang olahan.

“Saya baru bisa mencoba menggunakan elpiji untuk menggodok kentang, belum bisa untuk menggoreng karena saya belum tahu caranya. Sejauh ini, untuk menggoreng, saya masih bergantung pada minyak tanah walaupun untuk mencarinya susah. Kalaupun toh dapat, harganya mahal,” ungkap dia.

Sumber : Kompas

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42