Logo kotaperwira.com

Upah Belum Sesuai UMK, 45 Perusahaan di Purbalingga Bakal Ditegur

PURBALINGGA – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kabupaten Purbalingga mulai akhir Maret ini bakal memberikan teguran sekaligus pembinaan kepada sekitar 45 perusahaan. Pasalnya, sampai Maret ini perusahaan tersebut belum bisa menerapkan upah sesuai UMK.

“Sebanyak 45 perusahaan itu masing-masing memiliki kondisi yang berbeda. Jika diklasifikasi, ada yang sudah mendekati dan ada yang masih jauh dari UMK,” ujar Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertran Purbalingga, Tukimin SH, Selasa (13/3).

Tukimin merinci, perusahaan yang memberikan upah mendekati UMK sampai 80 persen sebanyak 13 perusahaan, yang menerapkan UMK 50 persen-68 persen sebanyak 10 perusahaan dan yang di bawah 50 persen sebanyak 22 perusahaan.

“Mereka yang belum menerapkan UMK itu didominasi oleh perusahaan kecil seperti koperasi dan beberapa lainnya perusahaan produksi. Kita akan segera melakukan teguran dan mendatangi semua perusahaan pelanggar,” jelasnya, Selasa (13/3).

Tukimin merinci, jika ditotal, dari jumlah perusahaan yang dipantau sebanyak 60 perusahaan, sudah sekitar 68.54 persen yang menerapkan UMK atau sebanyak 23.876 karyawan. Sebaliknya yang belum menikmati UMK ada sekitar 10.960 karyawan.

Menurutnya, alasan perusahaan tak bisa menyanggupi UMK juga masih relatif sama. Yaitu omzet perusahaan yang minim dan kecenderungan karyawan atau pekerja tak mampu bekerja maksimal.

Pihaknya akan mengarahkan jika UMK itu berasal dari Upah Pokok dan Tunjangan Tetap. Jika komponen itu sudah terpenuhi Rp 818.500 perbulan, maka perusahaan itu sudah bisa dikatakan menerapkan UMK.

“Kadang yang terjadi di Purbalingga, upah tetap dan tunjangan tetap masih dipotong. Selain itu ada yang memasukkan upah lembur dalam perhitungan UMK. Padahal sesuai UU, lembur tidak dihitung sebagai komponen UMK karena sudah diluar jam kerja. Jadi meski secara umum sudah ada yang berpenghasilan Rp 1 juta lebih, jika dilihat komponen penyusun UMK, itu belum memenuhi UMK,” paparnya.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42