Logo kotaperwira.com

Tim Pra PON Jateng Berharap Mengikuti Sukses Persebangga

Semarang – Perhelatan babak kualifikasi PON XVIII/Riau cabang sepak bola tinggal menyisakan tiga hari lagi. Senin, (21/6) mendatang Jateng bakal mengawali laga perdana melawan Jabar. Selama sepekan, Jateng akan bersaing dengan DKI, Banten, Jabar dan DIY untuk memperebutkan satu tiket ke ajang olahraga empat tahunan nasional tersebut.

Di laga perdana yang mentas di Stadion Citarum, Senin nanti, Jateng diyakini bakal memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah untuk lolos. Pelatih tim Pra-PON Jateng, Firmandoyo mengaku telah mempersiapkan skuadnya secara maksimal dan tinggal menunggu hasil latihan di lapangan.

Sejak menjalani persiapan umum di Kendal pada medio Februari lalu, Firmandoyo mengaku, telah melalui berbagai tahapan hingga akhirnya terbentuk tim yang beranggotakan 24 pemain. Mulai dari seleksi, menjalani latihan di Purbalingga dan Temanggung hingga menggelar beberapa laga uji coba. “Total kami melakukan 14 kali laga uji coba. Baik yang dilakukan di Stadion Citarum maupun di kandang tim lawan,” kata Firmandoyo.

Demi mencari kelemahan timnya, mantan pelatih Persik Kendal ini bahkan mengundang tim yang secara kualitas memiliki level di atas tim asuhannya, seperti PSIR Rembang dan PSIS Semarang.

“Hasil akhir pada setiap laga uji coba tidak penting bagi saya. Justru di saat kalah, kami menjadi tahu apa yang masih kurang dari tim ini untuk segera dilakukan pembenahan,” kata pemegang lisensi B kepelatihan PSSI ini.

Semarang Sumbang Pemain Terbanyak

Dari jumlah tersebut, Kota Semarang menjadi penyumbang terbanyak dengan sepuluh pemain. Disusul Kudus dan Purbalingga yang masing-masing mengirimkan dua pemainnya. Hingga saat ini, dirinya menyatakan secara umum timnya dalam kondisi siap berlaga.

Masuknya beberapa pemain Persibangga Purbalingga dalam daftar pemain, selain menambah kekuatan juga diharapkan mampu menularkan semangat kepada para pemain lain. Dari 24 pemain, empat diantaranya menjadi pilar utama tim yang belum lama ini ditahbiskan sebagai Kampiun Divisi II Nasional ini.

Satu-satunya hal yang mengganggu adalah perihal cederanya salah satu pilar lini belakang, Fauzan Fajri. Pemain yang pada beberapa laga uji coba kerap ditunjuk sebagai kapten tim ini mengalami cedera saat latihan beberapa waktu lalu. “Kemungkinan terburuk dia (Fauzan-red) tidak tampil pada laga pertama melawan Jabar,” kata Firmandoyo.

Meski demikian, dirinya mengaku telah mengantungi beberapa nama lain yang biasa tampil sebagai center back, antara lain eks pemain Persela U-21, Ryco Fernanda dan Ringga Setiawan yang sebelumnya berkostum Persebangga Purbalingga.

Penantian 30 Tahun

Prestasi tertinggi yang pernah dicapai tim sepak bola Jateng terjadi pada PON X di Jakarta tahun 1981. Jateng yang ketika itu diperkuat Ridwan, Alm Sugiyanto, FX Cahyono, Alm Kasiyadi serta Joko Yogiyanto melaju hingga babak semifinal.

Namun sayang, perjuangan Jateng meraih medali emas pertama dalam sejarah harus kandas oleh Lampung. Melalui drama adu penalti, Jateng takluk 3-4. Lampung sendiri akhirnya tampil sebagai juara umum. Sementara Jateng berada di peringkat ketiga setelah mengalahkan Jatim.

Setelah itu, prestasi Jateng nyaris tak terdengar lagi. Pada lima perhelatan sesudahnya, Jateng tak pernah sekalipun lolos dari babak penyisihan. Baru pada PON XVII/Sumsel tahun 2004, Jateng kembali tampil di pesta olahraga miltieven nasional tersebut.

Namun lagi-lagi Jateng harus menelan kenyataan pahit. Alih-alih melampaui prestasi yang ditorehkan Joko Yogiyanto dkk pada PON X, untuk lolos babak penyisihan grup Jateng tidak berhasil.

Modestus Setiawan dkk terpaksa mengepak koper lebih awal menyusul kekalahan dari Sumbar (0-1) dan Papua (0-3). Jateng hanya membawa pulang satu angka setelah bermain imbang 1-1 dengan Kalbar di laga terakhir. Setelah itu prestasi Jateng kembali memperlihatkan penurunan.

Pada PON berikutnya di Kaltim, Jateng lagi-lagi tak mampu lolos dari babak kualifikasi. Kini, tiga tahun berselang tim sepak bola Jateng kembali merajut asa untuk kembali ke pentas nasional.

Syaratnya, Jateng harus mampu melewati babak kualifikasi yang digelar di Stadion Citarum, 21-27 Juni mendatang. Serangkain persiapanpun telah dijalani, mulai fisik, strategi, teknik hingga mental bertanding para pemain.

Bahkan Wakil Ketua KONI Jateng, Sukahar pada sebuah acara beberapa waktu lalu sangat berharap Jateng kembali menjelma sebagai kekuatan yang disegani di cabang olahraga sepak bola. “Buktikan jika kita masih bisa bersaing dengan daerah lainnya,” katanya.

Kiprah Sepak Bola Jateng di PON

  • PON X/Jakarta 1981: Lolos (Peringkat III)
  • PON XI/Jakarta 1985: Tidak Lolos
  • PON XII/Jakarta 1989: Tidak Lolos
  • PON XIII/Jakarta 1993: Tidak Lolos
  • PON XV/Jakarta 1996: Tidak Lolos
  • PON XVI/Surabaya 2000: Tidak Lolos
  • PON XVII/Sumsel 2004: Lolos (Babak Penyisihan Grup)
  • PON XVIII/Kaltim 2008: Tidak Lolos
Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42