Logo kotaperwira.com

Sumanto "Ngadat" Minta Istri

Apa kabar Sumanto sekarang?. Rasanya, sudah banyak yang lupa dengan sosok “Manusia Kanibal” yang pernah mengegerkan itu. Berawal, tahun 2003, dia mengawali popularitasnya sebagai seorang tersangka pencurian mayat tetangganya, tak hanya itu tingkahnya semakin membuat bulu kuduk merinding karena, mayat sang nenek yang dicurinya itu dimakan mentah-mentah.Alasan lelaki ini juga bikin kita geleng-geleng kepala, dia mengaku melakukan tindakan aneh itu untuk menambah kekuatan supranaturalnya.

Sakit jiwa, itulah cap yang harus diterima Sumanto, tidak hanya dari para pakar tapi juga dari masyarakat awam. Akhirnya Sumanto harus menebus dosanya, vonis lima tahun penjara harus dijalaninya, dengan beberapa kali remisi dia pun bebas tanggal 24 Oktober 2006.

Setelah bebas, Sumanto justru “terpenjara”, cap pemakan manusia terlanjur membuat orang takut, termasuk keluarga dan warga di kampungnya, beruntung ada sosok H. Supono, pemilik Panti Rehabilitasi An Nur di Purbalingga yang dengan ikhlas menerima Sumanto untuk di obati dan di rehabilitasi. Di sini, Sumanto mulai menjalani hidup barunya, dengan perhatian dan kasih sayang, akhirnya pria itu mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya, sosok yang mengerikan itu perlahan mulai diterima oleh lingkungannya.

Setelah sekian lama terlupakan, Sumanto kembali tampil di layar kaca. Kemarin, TV One menampilkan sosok Sumanto dari presfektif yang berbeda. Tayangan yang bernuansa “Human Interest” ini, seolah mengabarkan dia telah berubah. Atas ketelatenan pemilik panti dan para pegawainya, Sumanto, kini menghabiskan hari-harinya dengan beragam kegiatan yang positif, dari mulai bertani sampai mengisi ceramah di acara-acara pengajian. Sumanto memang bukan seorang mubalig, tapi kehadiran dia dalam acara pengajian merupakan salah satu cara pengurus panti mendekatkan “Sang pasien” dengan nilai-nilai agama. Dalam tayangan tersebut, pemirsa juga bisa melihat , Sumanto yang terlihat “camera face”, tanpa canggung dia menjawab beragam pertanyaan atau melakukan aktifitas di ladang di bawah sorot lampu kamera.

Menurut, H. Supono pemilik Panti Rehabilitasi An Nur, Sejak tinggal di tempatnya, Sumanto telah jauh berubah, dia bisa mengikuti tahap-tahap pengobatan dan bergaul dengan sesama penghuni panti lainnya. Seorang penghuni panti bahkan mengatakan, Sumanto bukan sosok yang harus ditakuti, “Saya terbiasa berbagi rokok dengan dia”. Ujarnya. Keluarga Sumanto pun nampaknya sudah bisa mulai hidup tenang, bahkan mengharapkan dia tetap tinggal di sana agar kesehatannya terus membaik.

Perkembangan Sumanto yang semakin baik, tidak lantas membuat pengurus panti terlena, secara rutin dia masih diberi obat-obatan agar tingkat depresinya tetap terkendali. Yang mungkin sedikit mengusik H. Supono adalah menuruti keinginan Sumanto yang minta dicarikan istri.”Dia pernah ngadat minta dicarikan istri, saya telah berusaha mencarikannya, tapi mau bagaimana lagi, nggak ada orang yang mau jadi istrinya” Jelasnya.

Sumanto nampaknya perlu waktu untuk memperoleh pasangan hidupnya, meski kini dia telah berubah, sepak terjangnya yang menakutkan mungkin masih membuat para perempuan berpikir seribu kali untuk jadi istrinya. Tayangan TV One kemarin, semoga bisa membuka mata kita, kasih sayang dan ketulusan ternyata mampu membuat orang bisa berubah bahkan meninggalkan masa lalunya yang hitam. Sumanto mungkin termasuk manusia yang beruntung, karena dalam kehidupan kita sesungguhnya masih banyak “Sumanto” lain yang dibiarkan dan terlantar dengan penyakit kejiwaan yang tak pernah diinginkannya.

Kompasiana

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42