Logo kotaperwira.com

Stok Ikan Air Tawar Selama Lebaran di Purbalingga Aman

Purbalingga – Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakkan) Purbalingga (Jateng), Siswanto SPt MSi mengatakan diperkirakan persediaan/ stok ikan tawar di Purbalingga relatif aman hingga Lebaran. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda petani dan pedagang ikan yang kehabisan persediaan.

“Stok aman hingga Lebaran. Bahkan ada kecenderungan petani/pedagang ikan menahan penjualan ikan agar dapat bertahan dijual mendekati lebaran. Harapannya bisa lebih untung karena biasanya ada kenaikan harga,” jelasnya, di sela-sela Lomba Mancing Memperingati Proklamasi 17 Agustus 1945 di Kompleks Pasar Ikan Dinakkan, Selasa (9/8).

Siswanto menambahkan, sejak memasuki Ramadhan seminggu lalu, harga ikan mulai merambat naik. Ikan lele dan nila mengalami kenaikan paling signifikan. Ikan lele yang sebelum Ramadhan dijual Rp 13 ribu/kg, sekarang mencapai Rp 15 ribu/kg. Nila yang semula Rp 18 ribu/kg sekarang mencapai Rp 20 ribu/kg.

“Tapi tren saat ini sering tidak bisa ditebak. Tahun lalu saja yang perkiraan lebaran harga ikan melonjak, justru anjlog gara-gara masuknya gurame dari Tulungagung seharga 20ribu/kg. padahal di Purbalingga di hari-hari biasa saja cuma 20ribu/kg, Ramadhan naik jadi 27ribu/kg pas mau lebaran malah turun jadi 25 ribu/kg,” ujarnya.

Kecenderungan Petani Ikan

Menurut Siswanto, petani ikan Purbalingga seringkali tidak hanya menjual ikan hasil budidayanya sendiri. Bahkan, ada kecenderungan beberapa tahun terakhir petani ikan lebih memilih menjual ikan dari luar kota. Hal ini konon yang membuat harga ikan sering jatuh.

“Kami hanya sebatas menghimbau agar mereka cukup menjual ikan mereka sendiri, karena membeli ikan dari luar dan menjualkannya ke dalam Purbalingga akan menjatuhkan harga ikan petani lainnya,” tegasnya.

Tapi Siswanto mengakui tidak mudah untuk memberi pengertian dan mengawasi semua tindakan para petani ikan. Apalagi jika hal itu jauh lebih murah daripada memelihara ikan sendiri.

“Kecenderungan sekarang, petani lebih memilih pembenihan dibanding pembesaran. Karena pembesaran secara ekonomi lebih banyak keluar uang, sedangkan menjual kembali dari petani luar kota lebih murah,” katanya lagi.

Sementara itu, Lomba Mancing yang diselenggarakan untuk memperingati Proklamasi 17 Agustus 1945, diikuti 47 perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperebutkan sebanyak-banyaknya ikan dari total 2 kuintal lele, 1 kuintal patin dan 10 ekor nila.

Setiap peserta yang mendapatkan seekor ikan nila dapat ditukarkan dengan voucher belanja ikan di Pasar Ikan Dinakkan senilai Rp 100 ribu. Lomba yang dihadiri Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si itu sukses dimenangkan oleh Suwarto dari Kecamatan Karanganyar, disusul Anang dari Kantor Kesbang dan Ibu dari Kantor Satpol PP.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42