Logo kotaperwira.com

Stand Up Comedy ala Guyon Ndableg Guyub Rusuh

Biar Tidak Lucu yang Penting Ndableg

PURBALINGGA – Seorang lelaki bertopi ala Pak Tino Sidin dengan wajah penuh senyum mulai membuka acara stand up comedy di sebuah Lestoran Kopi Purbalingga (Jateng), Rabu (14/11/2012) malam. Meski menjadi pemandu acara, Gani, lelaki itu sudah cukup lucu dengan joke-joke awalnya. Sebelum para penampil unjuk gigi, Gani sudah ‘menyerang’ guyonan para pemainnya. Bayu, lelaki bertubuh kecil dengan wajah imut yang akan tampil kedua, sudah lebih dulu mendapat ‘serangan’ itu.

Peserta pertama, mengaku seorang guru. Dengan agak canggung, ia mencoba menguasai perhatian puluhan orang dengan berbagai cerita lucunya. Latar belakangnya sebagai seorang guru menjadi andalan menunjukan kebolehannya melawak tunggal itu.

“Dunia guru dan sekolah itu banyak yang menarik untuk diceritakan loh,” kata Tiar. Pria asal Purbalingga itu menjadi salah satu cah ndableg, sebutan bagi comik dalam acara Guyon Ndableg Guyub Rusuh.

Selain menggunakan bahan dari dunia keguruan, Tiar juga melucu dengan berbagai tema. Misalnya soal kehidupan kesarjanaan sampai dengan keberadaan Transformers.

Tema lainnya diangkat oleh Bayu, cah ndableg lainnya. Pria asal Desa Grecol, Kecamatan Kalimanah tersebut lebih banyak melucu menggunakan tema tentang kehidupan dinamika pemuda di Kota Perwira.

“Sekarang ini, cinta buat cewek di Purbalingga itu nggak buta lagi. Sudah bukan cinta buta lagi. Soalnya, cewek-cewek di sini sudah bisa membedakan mana Astrea mana Vixion,” kata dia saat ndableg.

Meski biasa bercanda, Bayu mengatakan untuk ndableg bukan perkara mudah. Butuh kemampuan cerdas dalam membawakan cerita dan mengajak penonton bergurau. Itu kalau tidak ingin ceritanya “garing”.

Selain cah ndableg show, ada bebas ndableg dan guyon bersahut. Pada dua sesi ini, partisipasi penonton jadi bagian penting. Kalangan pers yang biasa melakukan liputan di Purbalingga serta dari Humas Pemkab juga terlibat dalam sesi guyon bersahut. “Acaranya sederhana, tapi menarik. Sangat menghibur,” kata Dedi, salah satu penonton.

Pegiat Guyub Rusuh, Gani menuturkan Guyon Ndableg baru kali pertama digelar. Ajang stand up comedy tersebut ditujukan untuk kian mewarnai dinamika kegiatan kaum muda di Purbalingga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan satu bulan sekali. Siapapun yang ingin menunjukan kebolehan dalam melawak tunggal pun dipersilahkan bergabung. Tanpa syarat dan ketentuan tertentu. Yang penting tampil ndableg, meski tidak lucu.

“Kami berharap kedepan ada cah ndableg yang menggunakan bahasa Banyumasan. Dengan begitu bisa menjadi lebih menarik,” harap pemilik Lestoran Kopi, Elang.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42