Logo kotaperwira.com

SPSI Purbalingga Belum Terima Laporan Exploitasi Pekerja Anak

PURBALINGGA – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Purbalingga mengaku belum pernah menerima laporan terkait adanya eksploitasi pekerja anak. Baik secara langsung maupun dari pihak terkait. Termasuk pelanggaran adanya pekerja anak yang dimasukkan dalam bidang pekerjaan berbahaya.

“Kami belum pernah menerima laporan. Selama ini memang tak dipungkiri masih ada pekerja usia anak. Namun selama tetap mematuhi jam bekerja selama 3 jam sehari, tidak membahayakan yang bersangkutan baik fisik maupun non fisik, tidak melanggar,” kata Ketua SPSI Supono Adi Warsito, Kamis (12/7).

Seperti diketahui, sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mempekerjakan anak di bawah usia 18 tahun diperbolehkan. Dengan catatan jam kerja hanya 3 jam sehari. Di sinilah peran dinas terkait melakukan pembinaan dan pengawasan.

Adi Supono mengatakan, dinas harus bekerja sesuai tupoksinya jika ingin tak kecolongan ada kasus ekspolitasi pekerja anak. Namun untuk perusahaan, biasanya memang sudah terseleksi dalam persyaratan sebelumnya.

Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertran Purbalingga, Tukimin SH menegaskan, sampai saat ini di kabupaten Purbalingga tak ada eksploitasi pekerja anak. Baik saat bekerja di perusahaan maupun pertokoan dan usaha kecil.

Misalpun di plasma, itu hanya bekerja tak ada jadwal dan tetap dikejar target. Justru di plasma bisa dilihat dari cara memperoleh pengalaman membuat produk rambut palsu, bulu mata dan lainnya. Toh biasanya tergantung pesanan dan tidak terus menerus bekerja di plasma.

“Tak ada yang sampai mengeksploitasi. Jika di pabrik kecil misalnya pabrik tepung, bihun dan lainnya, justru kebanyakan orangtua, anak-anak tak tertarik,” ujarnya.

Namun begitu, bukan berarti tak ada laporan dinas menjadi santai dan tak ada upaya. Dinas tetap melakukan pengawasan melalui petugas PPNS Dinas. “Jika memang ditemukan bukti eksploitasi pekerja anak, akan kita tindaklanjuti. Minimal teguran awal, maupun tertulis melalui peringatan,” pungkas Tukimin. (amr/dis). Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42