Logo kotaperwira.com

Special Award untuk Sineas Muda Purbalingga di StoS Film Festival

PURBALINGGA – Perjalanan panjang mewarnai kesuksesan film pendek Kalung Sepatu karya sineas muda lokal Purbalingga, Dwi Astuti. Dalam ajang South to South (StoS) Film Festival 2012 di Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe Institute Menteng, Jakarta, 22-26 Februari, film ini mendapat pengahargaan spesial dari dewan juri.

Remaja kelas XII SMA ini menceritakan perubahan alur dilakukan pada adegan sepatu lama tokoh utama dalam film, bernama Budi. Semula sepatu yang menjadi lakon utama itu akan diletakkan dalam kotak sepatu, kemudian dipendam dalam tanah. Namun atas saran Bowo Leksono, Direktur Cinema Lovers Community (CLC) selaku supervisor karyanya, sepatu lama si Budi tetap digunakan dan tidak jadi dipendam.

“Kata dia (Bowo Leksono), kurang indah. Ada beberapa bagian yang diubah, karena dinilai kurang dramatis,” ujar Dwi Astuti yang mengaku bangga mendapat special award dalam ajang tersebut.

Menurut dia, isi cerita Kalung Sepatu, sebenarnya merupakan potret kehidupan remaja Desa Meri Kecamatan Kutasari. Tokoh utama, Budi seorang yang gemar bermain sepakbola, diadopsi dari euforia bola yang terjadi pada tahun 2010, ketika film itu diproduksi.

Sedangkan tokoh orangtua si Budi yang bekerja sebagai penderes nira, lagi-lagi diambil dari potret keseharian warga desa setempat.

“Lokasi syutingnya juga diambil di dekat sini saja. Rumah dan lapangan sepak bola tempat tokoh utama berlatih. Setting tempat yang jauh hanya di Stadion Goentoer Darjono,” katanya.

Film pendek berdurasi 14 menit 43 detik ini menceritakan persimpangan hati yang dialami seorang anak laki-laki bernama Budi. Dilema muncul apakah ia memilih tetap bermain sepakbola atau membantu sang ayah yang sakit, sebagai penderes nira. Ternyata si tokoh utama lebih memilih berlatih bola, dan meninggalkan air nira yang sudah sebagian ia sadap. Sehingga memicu kemarahan sang ayah yang kemudian membakar sepatu baru kesayangan si Budi. “Akhir cerita dibuat terbuka. Yaitu, baik Budi dan ayahnya sama-sama menyadari kesalahan masing-masing,” kata dia.

Tags: , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42