Logo kotaperwira.com

Sosok Terduga Terosis di Purbalingga, Dua Bulan Hafal 12 Juz Alquran

PERBALINGGA – Siapa menyangka, Ali Zaenal Abidin (20) santri yang baru dua bulan ngaji di Pesantren Ma’had ‘Alv Tahfizhul Qur’an El-Suchary, Jl Brubahan, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah adalah terduga teroris?

Pemuda anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Nur Adir dan Fatimah asal RT 5 RW 17 Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini dikenal cerdas oleh rekan-rekannya di pesantren.

“Baru dua bulan, ia sudah hafal 12 juz Alquran. Kesehariannya adalah ngaji di masjid,” kata salah satu temannya, Soufan Alkhori, kemarin.

Pemuda kelahiran 27 Desember 1992 itu diterima di pesantren khusus melahirkan penghafal Alquran (hafiz) ini pada 26 September 2012. Ia diterima pada pekan terakhir sebelum pendaftaran tutup.

“Tiba-tiba ia mendaftar. Karena waktu itu kami masih kurang santri, akhirnya dia kami terima. Apalagi ketika diuji untuk menghafal Alquran, dia sudah fasih,” kata pengasuh Pesantren Ma’had ‘Alv Tahfizhul Qur’an El-Suchary, Ahmad Toha Makhsun.

Ia juga tidak menyangka bila santrinya ditangkap oleh anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri karena diduga anggota teroris. Ia tahu bila santrinya pernah belajar agama di Ponpes Ngruki milik Abu Bakar Baasyir.

“Tapi apa kami menolak jika ada orang yang ingin belajar agama di tempat kami. Siapa saja boleh belajar di tempat kami. Dia prestasinya bagus,” katanya.

Menurutnya, selama menjadi santri di tempatnya, perilaku yang ditunjukkan oleh Ali tidak menunjukkan suatu yang janggal atau mencurigakan. Anak tersebut juga tidak memiliki masalah dengan santri lain.

“Bila ternyata dia adalah teroris, itu adalah permasalahannya dia sendiri. Tidak ada sangkut pautnya dengan pesantren kami,” katanya.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42