Logo kotaperwira.com

SMP 1 Bukateja Tergenang, Kegiatan Belajar Mengajar Terhenti

BUKATEJA – Akibat air yang menggenang di SMP 1 Bukateja, Kamis (22/11) malam, sedikitnya 780 siswa kelas 7,8 dan 9 sekolah tersebut, Jumat (23/11) tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Mereka terpaksa dikerahkan untuk membersihkan sisa air yang bercampur lumpur.

Air masuk ke halaman dan bagian dalam sekolah, setinggi kurang lebih satu meter. Air masuk ke seluruh ruang kelas, ruang Bimbingan dan Konseling dan Laboratorium Komputer, serta lapangan olah raga. Air baru surut pada Jumat dini hari.

“Banjir kali ini yang paling besar. Kasihan anak-anak, hampir setiap banjir datang, kami tidak bisa melakukan KBM, karena kondisi ruang kelas tidak memungkinkan. Hanya ruang guru yang aman dari banjir, karena sudah ditinggikan,” ujar Kepala SMP 1 Bukateja, Wasis Sudiantoro.

Akibat banjir tersebut, sejumlah komputer ikut terendam, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk pembelajaran. Selain itu, dua bangunan baru dan kolam ikan di kompleks sekolah bagian belakang, ikut terendam. Dan sekitar 7500 ikan lele yang belum lama ditebar di kolam, ikut hilang disapu banjir.

Menurut Wasis, banjir selama ini sudah menjadi langganan bagi SMP 1 Bukateja dan wilayah di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja. Itu terjadi akibat saluran irigasi di sebelah timur sekolah, tidak berfungsi, dan kini kondisinya jebol.

“Sehingga ketika terjadi hujan deras selama beberapa jam, air luapan dari Sungai Onggok yang masuk ke saluran air, kemudian mengalir ke dalam halaman dan bagian dalam sekolah,” katanya.

Atas kejadian itu, Wasis Sudiantoro mendesak kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, agar segera memperbaiki saluran air di sebelah timur sekolah. “Kami berharap, Pemkab Purbalingga memprioritaskan perbaikan saluran air itu, agar sekolah kami tidak langganan banjir.”

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42