Logo kotaperwira.com

Siswa SMPN 1 Purbalingga Raih Perunggu IJSO di Durban

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko siap memfasilitasi Hana Fauzzyah Haniffin (Hana), siswa kelas IX H SMP Negeri 1 Purbalingga peraih medali perunggu dalam "8th International Junior Science Olympiad (IJSO) 2011" di Durban, Afrika Selatan. Olimpiade sains yunior itu diikuti 42 negara, berlangsung dari 2-10 Desember. Hana mewakili Indonesia dalam bidang biologi.

Fasilitas pendidikan akan diberikan jika ia melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Purbalingga hingga lulus. “Kami bangga punya anak ajaib seperti Hana, yang mempu membawa nama Purbalingga ke kancah internasional. Semoga akan lahir Hana-Hana yang lain yang bisa mengharumkan Purbalingga khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” ujar Heru Sudjatmoko saat menerima kepulangan Hana di Purbalingga, Senin (12/12) sore.

Ia yang didampingi ibunya, Ny. Siti Baroroh dan Kepala Sekolah SMPN 1 Purbalingga, Drs Agus Triyanto M.MPd serta perwakilan dewan guru SMPN 1 Purbalingga diterima Bupati Drs. Heru Sudjatmoko M.Si, Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto, Kepala Dinas Pendidikan Heny Ruslanto SE dan jajarannya di pringgitan Pendopo Dipokusumo.

Kepada Bupati, Hana menjelaskan, IJSO adalah kompetisi sains tingkat internasional untuk siswa-siswi yang berusia tidak lebih dari 15 tahun, yang digelar setahun sekali. Kompetisi tersebut digelar pertama kali pada 2004 di Jakarta. Penyelenggaraan di Durban adalah yang ke delapan kalinya. Dan tahun depan akan digelar di Iran. Dalam hal ini, setiap negara dapat mengirim satu tim paling banyak 6 siswa dan tiga team leader.

“Selain biologi, ada fisika dan kimia yang dipertandingkan. Saya mewakili Indonesia dalam bidang biologi,” kata Hana Fauzyyah Hanifin, anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Prestasi yang diraih Hana diawali sebagai juara 1 olimpiade sains di tingkat sekolah, lalu juara 1 di tingkat kabupaten dan juara 1 di tingkat Provinsi Jateng. Ketika mewakili Jateng ke Olimpiade Sains Nasional, Hana meraih medali perak, dan mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jateng Rp 9 juta. Sekembalinya dari Durban Afrika Selatan kemarin, Hana mendapatkan uang saku dari Kementrian Pendidikan Nasional Rp 7,5 juta.

Hana sendiri, kendati belum lulus dari SMPN 1 Purbalingga, saat ini dinyatakan diterima di sekolah bergengsi di Semarang, SMA Semesta Bilingual Boarding School (SBBS). Yakni sekolah nasional berasrama yang menerapkan sistem pendidikan berkualitas dengan kurikulum Nasional Plus.

Guru biologi yang juga pembimbing Hana, Yohana Kristanti S.Si menambahkan, dengan didukung fasilitas pendidikan yang modern dan canggih serta tenaga pengajar asing yang profesional di SBBS itu, siap mengantarkan putra-putri Indonesia dalam persaingan pendidikan baik tingkat nasional maupun internasional.

“Kita tunggu perkembangannya, Hana mau memilih melanjutkan ke SMAN 1 Purbalingga atau ke Semesta Bilingual Boarding School di Semarang. Yang penting saat ini, Hana sudah mampu menunjukkan yang terbaik mewakili Indonesia di ajang IJSO di Durban, kendati baru meraih medali perunggu,” ujar Yohana yang juga alumnni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42