Logo kotaperwira.com

Sidang Pasangan Selingkuh Buang Bayi, Tiga Bidan Dihadirkan

PURBALINGGA – Terdakwa Swt (28) yang diduga bersekongkol dengan pasangan selingkuhnya, Slh (24) untuk membuang bayi hasil hubungan gelap mereka, membenarkan keterangan tiga bidan yang menjadi saksi dalam persidangan lanjutan, di Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Selasa (12/6) kemarin.

Keempat saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Winarti SH itu adalah bidan Istiqomah (43), warga Kecamatan Kertanegara, Nursi’ah Safitri (23), warga Kebumen, yang juga asisten bidan Istiqomah, dan Mutingah (32), bidan Desa Baleraksa. Satu lagi, Eni Rohanah (30), kader Posyandu Desa Baleraksa.

Saksi Istiqomah mengatakan, terdakwa Swt datang ke rumah saksi diantar Slh naik sepeda motor. Awalnya terdakwa Swt bilang mau memeriksakan kehamilannya. Kedatangan Swt dicatat oleh asisten bidan, Nursi’ah.

Setelah diperiksa bidan Istiqomah, ternyata sudah saatnya Swt melahirkan bayi yang dikandungnya. Tak berapa lama kemudian, Swt melahirkan bayi sehat lali-laki, dengan panjang 50 centimeter, dan berat 3,5 kilogram.

Menurut saksi, terdakwa datang sekitar pukul 09.00. Enam jam kemudian atau pukul 16.00, Swt pulang ke Baleraksa. Semula mau pulang membonceng sepeda motor. Tapi saksi menyarankan agar Swt pulang naik Angkudes.

Saksi juga mengatakan, kedatangan terdakwa Swt ke rumah saksi untuk melahirkan anak keduanya. Terdakwa saat itu juga mengatakan, kedatangannya ke rumah saksi diantar adiknya. Beperapa hari kemudian, mendengar kabar bayi Swt yang dibuang ke sungai ditemukan polisi sudah meninggal.

Ditambahkan, saat terdakwa Swt dan Slh mau pulang membawa bayinya ke Desa Baleraksa, saksi selaku bidan resmi menyerahkan surat Keterangan Lahir. Dalam surat itu Swt melahirkan bayinya Jumat 17 Februari 2012, pukul 10.10. Bayi seberat 3,5 kilogram, panjang 50 centimeter. Ibu yang melahirkan Swt, 27 tahun. Suami tertulis Nur Rohmat, 30 tahun.

Sedangkan saksi Mutingah, yang bidan desa Baleraksa, diberitahu bidan Istiqomah bahwa ada warga Desa Baleraksa, Swt, telah melahirkan di rumah bidan Istiqomah, di Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara. Kemudian bidan desa meneruskan informasi itu ke kader Posyandu desa setempat.

Sepengetahuan saksi Mutingah, anak yang telah dilahirkan Swt itu meninggal. Sedang asisten bidan Nursi’ah saat polisi mau memberitahukan bayi Swt meninggal, bidan Istiqomah sedang pulang ke Jogjakarta.

Setelah pemeriksaan keempat saksi, ketua majelis hakim Kukuh Subyakto mengkonfirmasikan keterangan para saksi kepada terdakwa Swt. Terdakwa Swt membenarkan keterangan saksi. (nis/bdg). Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42