Logo kotaperwira.com

Setelah 12 Tahun, Banyumas Akhirnya Datangkan Beras Impor

Banyumas – Setelah 12 tahun tidak mendatangkan beras impor untuk mencukupi kebutuhan raskin, akhirnya Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) IV Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), mendatangkan beras impor mulai.

Jumlah beras impor yang masuk akan mencapai 12,2 ribu ton untuk mengantisipasi masa paceklik hingga Februari 2012 mendatang.

“Bulog Banyumas pernah mendatangkan beras impor pada tahun 1999 silam atau 12 tahun lalu. Baru tahun ini, kami meminta pasokan beras impor, karena saat ini stok beras untuk melayani raskin di Banyumas sudah mulai menipis. Beras impor yang didatangkan sebanyak 12,2 ribu ton dan akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan stok raskin hingga Februari 2012 mendatang,” kata Humas Bulog Banyumas Priyono, Rabu (9/11).

Menurutnya, beras impor akan digunakan mulai Desember mendatang untuk penyaluran raskin ke-13 untuk empat kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara.

Dari 12,2 ribu ton beras impor tersebut, didistribusikan untuk beberapa gudang di antaranya adalah Sokaraja

Sebanyak 1.200 ton, Klahang 1.400 ton, Cindaga 1.800 ton, Gumilir 600 ton, Lomanis 1.100 ton, Maos 1.300 ton, Majenang 300 ton, Purwonegoro 2.550 ton, dan Purbalingga 2.400 ton. Dari 9 gudang tersebut yang belum dipasok adalah 6 gudang dan yang belum datang 3 gudang yakni Purbalingga, Majenang dan Purwonegoro.

Beras impor tersebut merupakan upaya terakhir untuk mencukupi stok di Bulog Banyumas. Padahal, kata Priyono, Bulog Banyumas mampu melebihi target penyerapan pada tahun ini.

“Dari target penyerapan sebanyak 70 ribu ton setara beras, kami telah mampu menyerap 73 ribu ton beras. Tetapi

karena kebutuhannya cukup banyak, maka tidak bisa dilayani hanya dengan beras hasil penyerapan petani,” ujar Priyono.

Priyono memastikan bahwa beras impor yang masuk ke gudang Bulog tidak akan masuk ke pasaran umum, karena beras tersebut hanya untuk pelayanan raskin saja.

“Kami memang hanya meminta 12,2 ribu ton beras impor dan diperkirakan bisa mencukupi sampai Februari 2011 mendatang, karena pada bulan itu, petani akan mulai panen. Sehingga, Bulog Banyumas akan lebih memilih menyerap hasil panen petani,” tandasnya.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42