Logo kotaperwira.com

Sekolah Belum Tentukan Sanksi Bagi Pelajar yang Terlibat Tawuran

PURBALINGGA – Sekolah belum menentukan sanksi kepada siswa yang diduga terlibat aksi tawuran, Senin (30/7) siang. Pihak sekolah masih menunggu klarifikasi dan kronologi kejadian tawuran versi anak-anak didik dan dari laporan kepolisian. Namun prinsipnya, siswa yang terlibat tawuran itu akan ditindak tegas sesuai kesalahan siswa bersangkutan.

Kepala SMA Negeri 1 Kutasari, Sukirto SPd MSi mengaku sangat menyesalkan adanya aksi itu. Pihaknya telah mengindetifikasi satu siswa yang diduga terlibat aksi memalukan itu. Namun karena belum mengetahui apakah siswa dimaksud merupakan korban atau pelaku, maka belum ada ketentuan sanksi.

“Jika sudah terbukti sebagai pelaku maupun penggerak, akan kita beri sanksi berat. Minimal pembinaan dengan dipanggil orangtuanya dan surat pernyataan tidak mengulang. Paling parah akan dikeluarkan dari sekolah jika memang kesalahannya sangat besar,” paparnya, Selasa (31/7).

Pihaknya baru sebatas mengetahui jika siswanya itu pernah membuat siswa SMK YPT 1 Purbalingga terbakar emosi saat melintas dengan sepeda motor di jalur Sanggaluri Park, Sabtu kemarin. Namun dari keterangan siswanya kepada polisi, justru katanya ia sempat dipukul.

“Kita akan kroscek untuk mengetahui data yang sebenarnya. Setelah diketahui duduk persoalan dan dalangnya, baru kita tentukan sanksinya. Namun yang jelas perkelahian jenis apapun akan kita tindak tegas,” tambahnya.

Pihaknya juga siap melakukan sanksi terberat jika memang siswanya bersalah besar. Namun jika sebaliknya menjadi korban, pihaknya akan tetap membantu. Hanya saja kejadian itu sudah cukup mencoreng nama sekolah.

“Beruntung kemarin tidak merembet kepada warga desa Meri (Kutasari) yang ada di sekitar sekolahan. Jika tidak ada tindakan antisipasi, maka kejadian bentrok bisa saja lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Ferdy Sambo SH SIK MH melalui Kapolsek Kutasari, AKP AF Sarpono mengatakan, Selasa (31/7) kemarin semua orangtua dan sekolah dipertemukan. Tujuannya untuk mengarah kepada penyelesaian kekeluargaan antar sekolah.

Dalam rapat itu juga semakin kelihatan siapa yang sebenarnya melakukan tindak kejahatan pemukulan maupun secara umum berkelahi. “Untuk sanksi di sekolah kita pasrahkan sepenuhnya kepada sekolah. Mau di keluarkan atau seperti apapun bentuknya, akan kami serahkan kepada sekolah,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, belasan siswa SMK YPT 1 Purbalingga, Senin (30/7) menggeruduk siswa SMA Negeri 1 Kutasari, sekitar pukul 13.00. Mereka diduga menuntut balas dengan motif tidak terima karena ditegur siswa SMA Kutasari saat naik sepeda motor beberapa hari sebelum kejadian. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42