Logo kotaperwira.com

SBSI-TKSK Gelar Operasi Bibir Sumbing

PURBALINGGA – Setelah sukses di Banjarnegara, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Cabang Purbalingga bekerjasama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Purbalingga, akan menggelar operasi bibir sumbing gratis rangkaian HUT ke-182 Purbalingga tahun 2012.

“Sepertihalnya di Banjarnegara, bakti sosial operasi bibir sumbing yang akan kami lakukan di Purbalingga, juga bekerjasama dengan Yayasan Permata Sari Semarang,” ujar Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Kabupaten Purballingga, Abdi Warsono SH, Rabu (20/6) kemarin.

Menurut Abdi, target minimal peserta operasi bibir sumbing yang akan dilaksanakan berkaitan hari jadi atau HUT ke-182 Kabupaten Purbalingga, Desember 2012 mendatang, sebanyak 20 orang. Untuk pelaksanaannya direncanakan di RS Nirmala, Purbalingga.

Koordinator Forum TKSK Kabupaten Purbalingga, Darianto, menambahkan operasi bibir sumbing di RS Imanuel Klamapok, Banjarnegara, selama dua hari (15-16 Juni) diikuti 29 orang. Dari Banjarnegara 20 orang, dan Purbalingga 9 orang.

Ke-9 warga Purbalingga operasi bibir sumbing di RS Imanuel, yakni Yusro (35), warga Desa Serang, Karangreja, Slamet (35), warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Madyuni (52), warga Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar.

Khayatul Hasanah (2), Desa Tamansari, Karangmoncol, Khanita (7 bulan), Kaliori, Karanganyar, Ahmad Sidik (16), Ketawis, Bukateja, Zulkifli (1), Bajong, Bukateja, Aprianto (4), Cipaku, Mrebet, dan Rahyana (2), warga Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari.

“Yang mengirim pasien bibir sumbing, Kecamatan Karangreja, Bobotsari, Bukateja, Karanganyar, dan Mrebet. Pengirimannya difasilitasi SBSI Cabang Purbalingga, berupa mobil untuk antar-jemput pasien. Menjemput dari rumah dan mengantar pulang sampai kediaman masing-masing,” ujar Darianto.

Darianto menambahkan, setelah operasi deperlukan pendampingan, baik melalui kontak HP ke orangtua pasien bibir sumbing. Mereka dipantau, bagaimana makan obatnya dan perawatannya. Termasuk pengambilan perbannya sampai penyiapan kontrol ke Puskesmas setelah 7 hari sampai sembuh.

“Mestinya perlu disampaikan informasi yang benar ke masyarakat. Yang ditakutkan masyarakat operasi bibir sumbing itu, diambilkan daging dari bagian tubuh lain. Itu salah. Yang benar dari bibir yang ada. Bibir itu elastis, ditarik kemudian dijahit,” kata Darianto. (nis/bdg).

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42