Logo kotaperwira.com

Sapu Lidi Arjuna Asal Purbalingga Diekspor ke Malaysia dan Korea

Purbalingga – Kementerian Riset dan Teknologi menjelaskan, sapu gelaga arjuna atau sapu lidi asal Purbalingga, Jawa Tengah, digemari oleh negara tetangga Malaysia. Bahkan, sapu lidi ini pun telah diekspor ke negeri Jiran dan juga ke negara Korea.

“Sapu lidi ini telah diekspor ke dua negara yakni Malayasia dan Korea dengan jumlah tiga kontainer setiap bulannya,” jelas Kepala Bidang Penguasaan dan Pengembangan Iptek Masyarakat, Yudho Baskoro Muriadi kepada Rakyat Merdeka Online saat ditemui pada acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Puspiptek Serpong, Rabu (10/8).

Yudho menambahkan, sapu gelaga arjuna tersebut memiliki perbedaan dengan sapu pada umumnya. Sapu tersebut tidak mudah rontok karena ikatannya yang kuat. Bila pada sapu lidi biasa, ikatannya hanya dengan menggunakan tali rapia. Sedangkan, untuk sapu gelaga arjuna, ikatannya dengan menggunakan tali plastik dari bahan baku tanaman.

“Sapu ini diminati karena memiliki kekuatan yang tahan lama serta bahan bakunya yang kuat dibandingkan sapu pada umumnya,” katanya.

Sapu lidi gelaga arjuna yang ditemukan Bambang Wahyudi tersebut, dijual dengan harga Rp 10 ribu setiap unitnya.

Hingga kini, proses pengerjaannya masih menggunakan sistem manual yaitu dengan kerajinan tangan dan proses pembuatan sapu lidi ini untuk memproduksi banyak memperkerjakan sebanyak 150 orang.

“Kemenristek sudah melakukan penilaian dan akan membantu dalam proses pemotongan sapu serta penjemuran bahan baku,” katanya.

Rencananya, sapu gelaga arjuna tersebut akan dijual ke beberapa daerah di Indonesia serta memberikan metode penciptaannya.

“Sapu ini nantinya tidak hanya di Purbalingga saja, melainkan juga di daerah lain akan dikembangkan,” katanya menjelaskan.

Selain sapu gelaga arjuna, ada juga beberapa teknologi yang berhasil diciptakan seperti mesin perontok kacang tanah, mesin pengering empon – empon, alat pengiris kentang, generator kincir angin, singkong yang dimodifikasi menjadi tepung.

“Alat tersebut sudah banyak diminati oleh beberapa perusahaan bahkan siap untuk dikembangkan sebagai solusi masalah yang ada di masyarakat,” katanya.

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 16, dihadiri pula oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para menteri, Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, serta para peneliti.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42