Logo kotaperwira.com

Santri Panti Rehab Ditemukan Gantung Diri

KALIMANAH – Seorang santri di komplek Pondok Pesantren Nurul Ichsan yang juga menjadi tempat rehabilitasi narkoba, Desa Karangsari Kecamatan Kalimanah, Rabu (20/6) ditemukan tak bernyawa. Lelaki 30 tahun yang mengalami tuna wicara itu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dekat ruang makan, sekitar pukul 08.30.

Kejadian itu membuat geger pasien lainnya. Saat itu usai makan pagi bersama, para santri atau pasien rehabilitasi kembali ke tempat masing-masing. Sekitar pukul 08.30, salah satu pasien rehab berlari menunjukkan kalau ada orang yang gantung diri.

Pemilik ponpes sekaligus panti, Ustadz Achmad Ichsan Maulana menjelaskan, melihat kejadian itu, dirinya langsung menghubungi polisi. Pasien rehab yang biasa dipanggil Bolang itu masih menggantung dengan tali buatannya sendiri dari plastik.

Ichsan mengaku, sejak Seasa malam tidak ada masalah dengan semua pasein dan pihak panti. Bahkan semalam (19/6), Bolang makan dengan sangat lahap karena sedang ada syukuran panti. “Sejak awal kedatangannya, dia memang sudah tak bisa diajak komunikasi. Selain bisu, dia memang pendiam. Hanya saja, saat sakit ayannya kumat, dia bisa membenturkan kepalanya ke dinding dan apa saja,” paparnya.

Ia menambahkan, panti menerima Bolang dari Dinsosnakertran Purbalingga sejak satu tahun yang lalu. Saat itu Bolang masih sering minggat. Namun tak sampai dua malam, biasanya kembali ke panti. Selama dalam perawatan, epilepsi atau ayannya sudah mulai berkurang alias tak pernah kumat. Bahkan Bolang yang pandai memijat ini seringkali dimintai bantuan memijat tamu yang datang maupun kenalannya.

“Kita tak memiliki data dari mana dia berasal, begitu juga dengan keluarganya. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan desa untuk pemakamannya,” tambahnya.

Polisi melalui Tim Inafis yang datang ke lokasi dan tim medis yang melakukan pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda penganiayaan di tubuh korban. Kejadian itu murni bunuh diri. Sementara pihak Dinsosnakertran yang diwakili Sugiyono mengatakan, sejak diketemukan Dinsos memang sudah bisu tuli.

“Kita sudah meminta ijin masyarakat dan desa untuk menguburkan jasad korban di pemakaman umum Desa Karangsari. Tadi sudah diijinkan dan segera dimakamkan hari yang sama,” katanya. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42