Logo kotaperwira.com

Reka Ulang Pembunuhan Buruh Pabrik

Purbalingga – Misteri meninggalnya Suwarsih (20) warga desa Sempor kecamatan Kaligondang semakin terang. Dari hasil reka ulang, Selasa (22/11) dalam sejumlah adegan, diketahui jika korban sempat diajak keliling kota Purbalingga pada siang hari. Setelah itu, korban diajak ke kebun dan dibunuh pada malam harinya (11/11).

Reka ulang yang dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) kebun alba milik Hadiman warga Kelurahan Bancar itu sempat menjadi tontonan ratusan warga dari berbagai desa. Mereka kebanyakan penasaran ingin melihat pelaku serta kejadian sebenarnya. Sejak pukul 09.00 kemarin (22/11) warga sudah berduyun-duyun ke arah lokasi atau TKP.

Kapolres Purbalingga AKBP Roy Hardi Siahaan SH MH yang langsung memimpin jalannya reka ulang menjelaskan, kronologisnya pelaku sempat menghubungi korban melalui SMS sekitar 3 hari sebelumnya (8/11). Lalu pada hari berikutnya atau Kamis (10/11) pelaku bernama TNO (21) mengajak korban jalan- jalan.

“Pelaku meminta ketemuan dengan korban di Gelora Goentoer Darjono Purbalingga. Saat itu, pelaku dalam kondisi tak memiliki uang. Lalu keduanya berangkat menuju teman pelaku di Jatisaba menitipkan sepeda motor korban. Sejak itulah korban berboncengan dan diajak keliling kota. Lalu pukul 20.00 (20/11) dibawa masuk ke perkebunan Alba di kelurahan Bancar itu dan terjadilah pembunuhan,” papar Kapolres.

Pihaknya juga menegaskan jika motif utama pelaku hanya ingin memiliki uang korban. Hal itu dibuktikan dengan diambilnya tas korban yang berisi dompet dan uang sekitar Rp 900 ribu.

Pelaku, lanjut Kapolres juga menjalin asmara dengan korban yang diperankan oleh salah satu Polwan, diketahui sudah kenal sebelumnya. Bahkan sempat mengaku mau mencari kerja di Kalimantan. Hingga dari keterangan sejumlah rekan kerja korban, pelaku memang menjalin asmara atau pacaran dengan korban.

Sementara itu, dari sejumlah adegan reka ulang diketahui, korban dan pelaku datang ke lokasi dengan masih menggunakan mantel biru dan helm. Pelaku nampak berbincang sebentar dan sesaat kemudian memukul korban dengan kayu sekitar 120 sentimeter. Lalu korban diseret ke lokasi lainnya untuk dijerat dengan pelepah pohon pisang dan diikatkan ke leher.

Satu pelepah putus, pelaku mengambil kembali satu pelepah dan dikencangkan dengan diikat ke leher korban sembari diinjak pada bagian punggung atas. Hingga akhirnya korban tewas dalam keadaan tengkurap dan rahang luka karena dipukul.

“Ini masuk dalam kasus pembunuhan berencana dan pelaku bisa dijerat dengan pasal 3339 KUHP subsidair pasal 365ayat (1) dan ayat (3) KUHP lebih subsidair pasal 351 ayat (3) KUHP. Hukuman penjara maksimal 15 tahun,” jelasnya sembari menambahkan jika berkas sudah lengkap akan segera dikirimkan ke Kejaksaan.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita ditemukan tergeletak di kebun wilayah kelurahan Bancar Purbalingga, Jumat (11/11). Korban masih menggunakan seragam pabrik rambut di Purbalingga dan jaket dalam posisi tengkurap.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42