Logo kotaperwira.com

Purbalingga Perlu Belajar Lelang Elektronik Dari Kabupaten Lain

Purbalingga – Ketua Komisi D DPRD Purbalingga, Sunarko. Meminta Pemkab Purbalingga menyiapkan proses pengadaaan barang dana jasa melalui lelang elektronik secara semaksimal mungkin. Jika perlu, pemkab belajar dari proses lelang elektronik di kabupaten lain.

Menurut Sunarko, dengan persiapan yang maksimal, proses lelang yang ada, tidak akan diprotes sejumlah pihak. Khususnya, protes yang berasal dari peserta lelang, seperti yang kerap terjadi di kabupaten lain.

Kata dia, penyelenggara lelang elektronik perlu juga belajar dari kesalahan proses lelang elektronik yang muncul di kabupaten lain. Melihat berbagai faktor kepana proses tersebut sampai menuai protes.

“Jangan sampai malah mengulang kesalahan yang dilakukan kabupaten lainnya,” tandas Sunarko yang juga anggota Fraksi Demokrat saat dihubungi lewat telepon selulernya, Senin (4/4).

Beberapa waktu lalu, kata dia, sekretariat daerah (setda) dan Komisi D memang telah membicarakan rencana tersebut. Komisi D mendukung dijalankannya rencana pengadaan barang dan jasa melalui lelang elektronik.

Sebab, kata dia, proses tersebut, jika dilakukan dengan baik, akan mengurangi kemungkinan terjadinya proses pengadaan barang dan jasa yang sarat akan tindakan manipulatif, seperti pengondisian, atau malah tindakan berbau Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) lainnya. “Memang diharapkan bisa mengurangi itu semua,” tuturnya.

Pemkab menargetkan proses lelang pengadaan barang dan jasa dengan mekanisme lelang elektronik bisa dilaksanakan tahun 2011 ini. Kabag Pembangunan Setda, Suroto menuturkan, paling cepat proses lelang itu bisa dilaksanakan pada APBD Perubahan 2011.

Dikatakan, rencana yang masih dalam pembahasan itu, masih menyesuaikan dengan penataan organisasi sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang terbaru. Setelah penataan selesai, tinggal menunggu peraturan bupati dan mengurus perijinan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pusat.

Akan tetapi, ujarnya, perangkat keras dan lunak Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sudah siap sepenuhnya. Dijelaskan, calon pengelola LPSE sudah dilatih sedari setahun lalu. “Nanti akan dilatih kembali secara internal dan tidak menutup kemungkinan melibatkan LPSE terdekat,” katanya.

Pemkab memang ingin menyiapkan LPSE semaksimal mungkin, baik itu dari sisi penyelenggara maupun calon peserta lelang. “Kami ingin betul-betul siap dan LPSE bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Sumber : Suara Merdeka

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42