Logo kotaperwira.com

Potensi Industri Kerajinan Batu Kali Klawing

PURBALINGGA – Batu dari Kali Klawing dikenal memiliki kualitas baik untuk perhiasan, namun saat ini potensi tersebut belum tergarap dengan optimal baik oleh pemerintah maupun pihak ketiga.

Kali Klawing merupakan sungai terbesar yang mengalir di sepanjang Kabupaten Purbalingga. Sungai tersebut memiliki hulu di Gunung Slamet sisi timur dan menyatu dengan Sungai Serayu di Banyumas. Selain ditemukan artefak yang diperkirakan dari zaman neolitikum, di sungai ini juga terdapat potensi batu perhiasan yang belum tergarap optimal.

Di sepanjang DAS Kali Klawing terdapat bermacam jenis batu yang memiliki nilai ekonomis tinggi jika digarap menjadi perhiasan seperti akik atau liontin. Ada dua jenis batuan yang menjadi buah bibir di dunia gem (permata) tanah air yaitu jenis le sang du Christ atau batu darah Kristus dan pancawarna. Selain itu ada pula jenis lain seperti badar besi, biduri lumut, naga sui, kinyang, dan fosil kayu.

Meskipun sudah mengetahui nilai ekonomis dari batu tersebut, masyarakat di sekitar Kali Klawing belum sepenuhnya tahu benar cara mengoptimalkan nilai ekonomis itu. Mereka hanya mengumpulkan batu-batu tersebut dan dijual kepada pengepul.

Salah satu pengepul, Mudiharjo mengatakan, rata-rata untuk batu kualitas bagus jenis naga sui atau pancawarna dibeli seharga Rp 2.500 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas rendah, harganya juga lebih rendah. “Batu itu dikirim ke Bandung dan Sukabumi untuk digarap lagi,” katanya.

Padahal jika sudah “disentuh” oleh tangan pengrajin menjadi akik, harganya bisa naik 200 persen. Untuk batu akik jenis naga sui atau pancawarna, paling murah dibanderol harga Rp 100 ribu untuk pasaran dalam negeri. Ada memang beberapa yang sudah “menyentuh” batu dari Kali Klawing untuk diolah menjadi akik. Tercatat ada empat pengrajik batu akik yang muncul di Purbalingga. Mereka masih menggunakan alat sederhana untuk mengolah batu mentah menjadi akik.

Salah satu pengrajin batu akik, Sugiyanto mengatakan di Purbalingga, batu akik dari Kali Klawing memiliki keistimewaan seperti corak, kombinasi warna dan tingkat kekerasan tinggi. Dikatakan, pada 1995 di Purbalingga muncul CV Selo Aji Utomo yang bergerak menggarap batu Kali Klawing. Namun hanya untuk jenis batu taman (biseki). Hasilnya dipasarkan di luar negeri seperti Cina dan Korea. Namun perusahaan itu hanya mampu bertahan setahun saja.

Tags: , ,  , batu klawingpengrajin batu akik sukabumibatu akik klawingbatu kali klawingbatu akik kali klawingbatu akik banyumasbatu hias kali klawingbatu klawing purbalinggabatu purbalinggabatuakik klawing
Source: Suara Merdeka
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Waduh waduh,jadi miris nih.dari dulu saya ngikuti perkembangan batu kali klawing,tp berhubung ga pny modal,yah cuma punya impian saja.ada solusi ga ya?

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan