Logo kotaperwira.com

PMI Purbalingga Kejar Target 1800 Kantung Darah dalam Sebulan

PURBALINGGA – Donor darah sekarang sudah menjadi gaya hidup sehat. Artinya mendonorkan darah secara rutin tiga bulan sekali bisa menjadikan badan sehat.

Setiap hari kebutuhan darah di Purbalingga mencapai 30 kantong darah. Pemenuhannya baru sekitar 20 kantong, akibatnya lebih dari 30 persen yang membutuhkan tidak bisa mendapatkan darah untuk penyembuhan yang bisa mengakibatkan kematian. Hal itu dikatakan Yanuar Ariyanti, Staf Divisi Pencari dan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) Unit Donor Darah PMI Kabupaten Purbalingga, Rabu, (29/2).

Menurutnya selama ini PMI Kabupaten Purbalingga masih mengejar target 1800 kantung darah dalam sebulan. Hal ini sesuai standar dua persen dari 900 ribu penduduk Purbalingga.

“Sampai saat ini kita baru bisa mencapai 900 kantong dalam sebulan, padahal kebutuhan darah di 11 rumah sakit negeri dan swasta di Purbalingga minimal 30 kantong sehari dari berbagai macam golongan darah,” katanya.

Menurut Kepala Instalasi Laboratorium dan bank darah RSUD dr R. Goeteng Taroenardibrata Pubalingga, di Kabupaten Purbalingga baru di rumah sakit ini ada bank darah, yang lain belum. Dalam pemenuhan kebutuhan darah selama ini rumah sakit mempunyai stok sendiri.

“Dalam sebulan 200 hingga 250 kantong darah dibutuhkan rumah sakit ini. Kita punya stok sendiri karena di Purbalingga baru rumah sakit ini yang punya bank darah, baru ketika habis pihaknya mengambil darah dari UDD PMI,” katanya.

Selama ini PMI mendapatkan darah dari kegiatan donor darah yang diadakan instansi-instansi pemerintah dan swasta di Purbalingga.” Satu bulan paling tidak 35 instansi mengadakan donor darah, bahkan di bulan oktober tahun kemarin sampai 40 instansi. Rata-rata darah yang dihasilkan satu instansi mencapai 20 kantong,”ujarnya.

Untuk memenuhi target dalam mendapatkan darah, PMI melakukan berbagai sosialisasi dan penyuluhan langsung ke tingkat kecamatan dan desa. Hal ini menurutnya dilakukan untuk menghilangkan image kalau donor darah itu menakutkan dan tidak berguna. Sampai saat ini masih banyak pihak yang keliru mengenai donor darah, padahal sebenarnya donor darah itu menyehatkan karena sirkulasi darah di tubuh menjadi lebih lancar.

“Bar ndonor, badan segar bugar,” ujarnya.

Setiap desa di Purbalingga sebenarnya sudah ada kordinator untuk mengadakan donor darah, namun sampai saat ini baru ada 6 kecamatan yang aktif dari 18 kecamatan yang ada. Menurutnya selama ini kecamatan Karangreja paling tinggi menghasilkan kantong darah dan mengadakan donor darah.” Meski di pinggir, masyarakat di sana masih guyub, jadinya mudah untuk melakukan sosialisasi dan kegiatan donor darah,” ujarnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42