Logo kotaperwira.com

PKL Alun-alun Akan Dipindah ke GOR Mahesa Jenar

Alun-alun Bebas PKL

PURBALINGGA – Menata perwajahan pusat Kota Purbalingga, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) khususnya yang sering mangkal di sekitar Alun-alun Purbalingga akan segera dipindahkan ke GOR Mahesa Jenar yang berada di sekitar pusat kuliner Gang Mayong.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Purbalingga Drs Agus Winarno MSi, Kamis (6/12).

Agus mengatakan, penataan sebanyak 84 PKL Alun-alun Purbalingga ini dilakukan dalam rangka menjadikan wilayah sekitar alun-alun menjadi pusat pemerintahan. Dengan besar anggarakan mencapai Rp 1,8 miliar.

“Untuk sekarang ini kami sedang melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Agus.

Penataan PKL ini, dikatakannya, merupakan kebijakan pemerintah dengan keluarnya surat keputusan yang isinya antara lain pusat pemerintahan harus bersih dari PKL. “Sekarang kenapa kita pindahkan di tempat tersebut tentunya memiliki alasan. Kita lihat saja di tempat tersebut sudah ada embrio area PKL depan GOR Mahesa Jenar sudah ada Gang Mayong,” ujarnya.

Optimalkan GOR Mahesa Jenar

Alasan lain, pemindahan ini diharapkan bisa kian meramaikan keberdaaan GOR Mahesa Jenar yang saat ini terlihat kurang begitu ramai. Ke depan, pemerintah juga akan lebih sering menyelenggarakan acara-acara musik agar sekitar GOR akan lebih ramai. “Di situ kan sudah ada panggung nantinya akan kami isi dengan beberapa band-band setiap minggunya. Tentunya untuk meramaikan tempat tersebut,” katanya.

Namun untuk melaksanakan pemindahan tersebut tentunya tidaklah mudah, Agus sendiri berkeinginan nantinya PKL yang pindah di Gor Mahesa Jenar tidak karena terpaksa namun karena kesadaran mereka sendiri. “Saya berharap dalam proses pemindahan, prosesnya sendiri dapat demokratif. Mereka (PKL, red) tidak akan dipaksa namun menurut kesadaran diri saja,” ujarnya.

Nantinya untuk menyelaraskan PKL, selain menambahkan jalur alternatif, serta hiburan-hiburan musik. Agus menjamin nantinya di GOR Mahesa Jenar akan kian membuat nyaman PKL serta pembeli yang akan berkunjung. “Dari hasil komunikasi, nanti awal tahun 2013 peraturan akan segera dilaksanakan,” katanya.

Dari data yang ada di Disperindagkop Purbalingga, saat ini tercatat ada lima lokasi PKL bila mengacu pada SK Bupati. Yakni PKL di wilayah alun-alun, Gang Mayong, wilayah Pegadaian Kota, Jalan MT Haryono, dan depan RSU Goeteng.

Belum juga terealisasi, rencana pemindahan PKL ini sudah mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang. Sebut saja Wahid, pedagang dawet ayu Alun-alun Purbalingga ini mengaku, keberatan dipindahkan. Ia khawatir, pelanggannya yang ada saat ini hilang. Karena tempat mangkal yang berpindah.

“Saya di sini sudah ada pelanggan. Nanti kalau dipindah masa harus cari pelanggan lagi,” katanya.

Tempat mangkalnya saat ini dinilai sangat strategis. Selain berada di pusat kota, alun-alun juga merupakan pusat keramaian kota tidak hanya sore hari namun juga di pagi hari.

“Di sini ramai banyak pejalan kaki. Kalau saya dipindah bagaimana memberikan makan tiga anak saya,” kata Wahid.

Senada, Juriyanto, penjual siomay yang sudah selama tiga tahun berada di sekitar Alun-alun Purbalingga. “Dulu saya memang keliling, sekarang saya sudah mendirikan stan di sini, tapi kenapa malah akan dipindah. Di sini saja terkadang pelanggannya sedikit, nanti kalau dipindah bisa tidak dapat uang saya,” ujarnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42