Logo kotaperwira.com

Pilkades Karangbanjar Ekstra Pengamanan

Dua Kandidat Bersaing Ketat

BOJONGSARI – Pemilihan kepala desa (Pilkades) Karangbanjar kecamatan Bojongsari,Minggu (26/8) mendapat pengamanan paling ketat dari kepolisian dan TNI. Setidaknya 100 polisi gabungan dari Brimob dan Polres Purbalingga turun ke lokasi. Sampai usai Maghrib kemarin, perhitungan suara belum selesai. Warga yang penasaran dengan hasil pemungutan suara, tetap menyemut memadati lapangan, kantor desa dan jalanan di sekitar tempat pemungutan suara.

Penghitungan suara dilakukan di dalam ruangan serta dijaga ketat personil polisi dan TNI. Hanya panitia dan aparat keamanan yang diperbolehkan masuk ruangan. Sejumlah personil maupun pihak kandidat juga dijaga ketat serta tidak diperbolehkan membawa ponsel.

Pantauan Radarmas di lokasi, sejak habis masa pemungutan suara siang kemarin, warga pemilih dan warga dari desa lainnya nampak memadati lokasi. Mereka benar-benar ingin mengetahui dari dekat dan mendengar sendiri hasil akhir dua kandidat pimpinan mereka itu.

“Saya harus tahu sendiri hasil pemungutan. Baru tahunn ini pilkades berjalan sangat ‘panas’. Kabarnya selisihnya tidak banyak,” ujar beberapa warga di sekitar lapangan, Minggu (26/8) sore.

Kapolres Purbalingga, AKBP Ferdy Sambo SH SIK MH melalui Kabag Ops Kompol Jemino menegaskan, untuk pilkades Karangbanjar, pihaknya mempersiapkan personil gabungan cukup banyak. Kondisi itu disebabkan karena adanya persaingan dua calon yang cukup ketat dan warga memang fanatik. Namun untuk pertimbangan lainnya, ia enggan menjelaskan.

“Kita antisipasi saja. Jangan sampai ada kejadian yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. Jadi cukup beralasan jika personil memang kita siapkan berbeda dengan 19 desa lainnya,” jelasnya, kemarin (26/8).

Bupati dan rombongan muspida lainnya yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 hanya berpesan agar semua tahapan berjalan aman. Jangan sampai ada perpecahan dan timbul anarki. “Saya berharap bisa berjalan aman dan semua terkendali,” ujar bupati singkat usai memonitor pilkades ke sejumlah desa.

Seperti diketahui, dua kandidat kepala desa Karangbanjar masing-masing Tatang dan Sobari. Tatang mendapatkan tanda gambar Padi dan Sobari bergambar Ketela. Dari sejumlah sumber kuat yang dihimpun Radarmas, pengamanan ketat itu terkait adanya kabar jika salah satu calon tidak unggul, pendukungnya tidak akan terima. Namun dari kubu kandidat mana, belum diketahui.

Beredar juga kabar jika Karangbanjar merupakan sentra produksi petasan. Karenanya, segala bentuk efek samping dari hasil penghitungan, akan diantisipasi personil keamaman.

Hingga pukul 18.15, penghitungan ulang hasil suara belum selesai. Namun warga masih berduyun-duyun memadati lokasi. Bahkan semakin sore,semakin banyak. Jumlahnya ribuan dan masih tetap menunggu hasil pengumuman resmi dari panitia pelaksana.

Pilkades serempak kemarin dilaksanakan di 20 desa. Secara umum pilkades berjalan lancar. Di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari dan Desa Bajong Kecamatan Bukateja misalnya, tingkat kehadiran pemilih cukup tinggi. Bahkan sebagian pemudik menunda kembali ke kota perantauan untuk melaksanakan pemungutan pilkades itu.

Sekretaris Camat Bukateja, Wahyu mengungkapkan jika tingkat kesadaran dan antusias warga Bajong cukup tinggi dalam pilkades tahun ini. Tidak hanya warga yang mendapat surat undangan dari desa saja, warga lansia yang rata-rata tidak menerima undangan pun turut serta dalam pemilihan Kepala Desa Bajong tersebut. “Para lansia pun juga meramaikan pilkades ini. Walaupun datang dengan dituntun atau digendong, namun mereka tetap antusias dan datang ke Balai Desa Bajong,” ungkap Wahyu.

Perhatian khusus memang ditujukan panitia pelaksana pilkades Bajong tahun 2012 terhadap para lansia, terutama bagi para lansia yang tidak bisa mencoblos sendiri. Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Bajong, H. Tarmoyo BE mengungkapkan jika para lansia memang diprioritaskan untuk mencoblos terlebih dahulu. “Namun tetap harus ada surat pernyataan di depan saksi bagi lansia yang diantar atau diwakilkan,” jelasnya.

Pada pilkades Bajong tahun 2012, Minggu (26/8) kemarin, terdapat dua calon yang bersaing, yaitu Sumarmo yang bertanda gambar Padi dan Erlambang yang bertanda gambar Ketela. Menurut Tarmoyo, pilkades Bajong kemarin bisa dikatakan aman dari segala bentuk pertikaian antarwarga. “Walau sempat ada ketegangan pada saat penyampaian visi misi dan kampanye kemarin. Namun semua itu tidak sampai menimbulkan aksi anarki karena masih dalam suasana Lebaran,” ungkapnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42