Logo kotaperwira.com

Pilkades 7 Desa di Purbalingga Berlangsung Lancar

Purbalingga – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di 7 desa, Minggu (20/11) berlangsung lancar. Calon tunggal di Desa Purbayasa berhasil mengalahkan kotak kosong. Sementara, terjadi selisih tipis antara dua calon di Desa Senon Kecamatan Kemangkon. Sejumlah perangkat di 4 desa yang maju pilkades juga berhasil mengantongi suara terbanyak.

Calon Tunggal Menang Pilkades Purbayasa

Calon tunggal di Desa Purbayasa, Sutarno berhasil mengantongi 752 suara. Karena berhasil meraup lebih dari 50 persen suara sah, mantan pegawai KUA itu berhasil mengalahkan kotak kosong. Sejumlah perangkat desa ternyata cukup berminat maju dalam pilkades. Pada tahun ini ada 4 desa yang memiliki calon kades dari perangkat desa dan berhasil terpilih dengan mendapatkan suara terbanyak. Masing- masing di Desa Majatengah (Kemangkon), Karangpetir (Kalimanah), Brecek (Kaligondang) dan Desa Tanalum (Rembang).

“Perangkat desa yang maju itu ada yang dari kepala dusun, Kaur Pemerintahan dan Kaur Kesra. Mereka bisa unggul, bahkan ada yang mengalahkan incumbent atau mantan kades terdahulu,” kata Kabag Tata Pemerintahan Setda Purbalingga Drs Imam Hadi MSi.

Di Senon Selisih 3 Suara

Sementara itu di desa Senon kecamatan Kemangkon, dari 5 calon yang maju pilkades, dua diantaranya memiliki selisih hanya 3 suara. Yaitu Suryadi (859) dan Jadi (856) suara. Camat Kemangkon Imam Sudjono mengatakan, hingga persetujuan saksi usai penghitungan dan rapat, jumlah perolehan suara itu diterima dan sah.

“Untuk sementara memang kondisinya seperti itu dan selisih hanya 3 suara. Namun dari hasil rapat, sudah diterima dan sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, ketidakhadiran dalam Pilkades di tujuh desa itu mencapai 4.745 pemilih dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 19.287 orang.

Ketidakhadiran itu disebabkan rata- rata karena pemilih merantau atau berada di luar kota karena sekolah dan tak bisa pulang saat hari pelaksanaan.

Ketidakhadiran paling banyak terdapat di Desa Tanalum yakni sebanyak 968 orang. Tingkat kehadiran di desa yang lain rata- rata mencapai di atas 70 persen.

Drs Imam Hadi MSi mengatakan, jumlah ketidakhadiran setiap desa bervariasi. Namun, hal itu tidak terlalu berpengaruh pada perolehan suara yang bisa menyebabkan pilkades diulang. Semua calon dalam penghitungan akhir mampu mendapatkan suara sah di atas 25 persen.

“Yang tak hadir memang karena diluar kota dan tak bisa pulang. Selain itu untuk beberapa wilayah seperti di kecamatan Rembang, karena merantau ke luar Jawa dan kota- kota lainnya,” ujar Imam, Minggu (20/11) malam kemarin.

Hingga kemarin malam, tidak terdengar ada gejolak paska pilkades yang muncul. Imam optimis tak akan ada permasalahan usai penghitungan suara. Pasalnya, sejak beberapa hari lalu sudah dilakukan ikrar bersama di depan tokoh masyarakat dan jajaran terkait.

“Kita sangat optimis tak ada gejolak berarti. Misalnya karena surat suara tidak sah dan lainnya memang secara aturan tidak memenuhi syarat. Misalnya tidak dalam kotak yang ditentukan, lebih dari dua coblosan dan lainnya. Sampai malam, kami tak mendapatkan laporan adanya gejolak,” tambahnya.

Para calon yang nantinya ditetapkan sebagai kepala desa terilih, rencananya akan dilantik sekitar 20 Desember nanti.(amr)

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42