Logo kotaperwira.com

Pewarna Tekstil Masih Digunakan oleh Industri Makanan

PURBALINGGAPewarna tekstil masih digunakan oleh industri kecil pembuatan kerupuk di Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng). Sementara itu, dinas terkait kesulitan membina para perajin tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga Agus Winarno menyebutkan pewarna tekstil antara lain digunakan oleh perajin kerupuk di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon. “Memang, berdasarkan uji yang kami lakukan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) beberapa waktu lalu, pewarna yang dipakai oleh perajin kerupuk di Senon adalah rhodamine B atau pewarna tekstil. Padahal pewarna tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan,” katanya, Kamis (23/2).

Menurutnya, pihaknya belum dapat mengubah kebiasaan perajin itu agar tidak menggunakan pewarna tekstil. Saat ini yang ia lakukan hanya memberikan edukasi kepada produsen dan konsumen. “Untuk konsumen, kami terus menyosialisasikan bahaya pewarna tekstil untuk makanan, sedangkan bagi produsen kami mendorong agar mereka mengganti pewarna makanan yang aman,” ujarnya.

Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko juga mengakui masalah penggunaan pewarna tekstil oleh perajin kerupuk merupakan hal yang dilematis. Pihaknya tidak bisa serta merta menutup usaha mereka, namun di sisi lain penggunaan pewarna makanan yang aman membuat biaya produksi menjadi tinggi dan mereka harus menaikkan harga. “Mereka takut nanti tidak ada yang membeli jika harga jualnya tinggi,” kata Bupati.

Meski demikian, lanjut Bupati, pihaknya tetap terus mendorong agar perajin kerupuk memakai pewarna makanan yang aman. “Mereka harus diberi pengertian terus menerus, sehingga nanti dapat meninggalkan pewarna tekstil,” tambahnya.

Tags: , ,  , pewarna tekstil pada makanan
Tokoh: ,
Source: Media Indonesia

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan