Logo kotaperwira.com

Petani Stroberi Menanti Bibit Unggulan dari Amerika

Purbalingga – Kepada Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Purbalingga, Ir Sukram MM, menyatakan memang benar penggunaan bibit “turunan” membuat produksi stroberi menurun. “Bibitnya sejak awal tidak pernah diganti. Karena itu perlu perbaikan bibit baru yang lebih berkualitas. Jadi kualitas buah pun membaik,” ujarnya.

Karena itulah, Pemerintah Kabupaten kini memberikan bantuan bibit unggulan dari Amerika Serikat 4.000 batang. Bibit itu diyakini memiliki keunggulan dengan produktivitas tinggi. Buahnya besar dan tanamannya tahan penyakit. “Bibit stroberi asal Amerika bisa menyesuaikan diri dengan iklim di sini,” kata Kepala Desa Sugito.

Selain bibit, Pemerintah Desa mendapat bantuan pembinaan bagi petani melalui porgram sekolah lapang budi daya, Juni 2011. Hal itu untuk mengukur standar operasional prosedur stroberi. “Kami akan dibina oleh petugas Dinas Pertanian Jawa Tengah dan dosen Pertanian UGM Yogyakarta,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Lily Purwanti mengemukakan sebelum penanaman, ribuan batang bibit stroberi dikarantina di Jakarta untuk diteliti dan diseleksi. Setelah masa karantina, bibit stroberi bernama Osso Grandy itu dinyatakan lolos dan sudah ditebar di lahan 0,7 hektare. “Bibit itu secara bertahap dikelompokkan sebagai bibit induk. Itu untuk menggantikan bibit yang sudah ada,” katanya.

Sugito menuturkan bibit stroberi sedang ditangkarkan sebagai bibit induk. Kemungkinan November nanti bibit stroberi yang baru dibagikan ke petani. “Sekarang bibit stroberi masih dalam pengawasan petugas dari Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Selain mengembangkan usaha wisata yang mengandalkan tanaman stroberi, petani Serang menyiapkan wisata sayuran. Konsep wisata itu seperti wisata stroberi. Pengunjung bisa memetik langsung berbagai macam sayuran yang disediakan. Lahan yang dipersiapkan antara 10 dan 15 hektare. Lahan itu milik 15 orang petani. Adapun harga sayuran tidak dihitung per kilogram, tetapi per buah. “Itu untuk memadukan wisata stroberi. Jadi mereka tak hanya memetik stroberi, tetapi bisa memetik langsung sayuran untuk dimasak di rumah,” ujar Sugito.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42