Logo kotaperwira.com

Petani Penderes Nira Kelapa Kerap Diintai Maut

Semarang – Pemerintah daerah yang wilayahnya terdapat sentra pengolahan gula merah atau gula kelapa, terbuat dari nira kelapa, dihimbau memikirkan solusi guna membantu para petani penderes (orang yang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira kelapa).

Pasalnya, jumlah penderes yang tewas akibat terjatuh dari pohon kepala makin bertambah setiap tahun. Pada 2009 saja, tak kurang 27 penderes tewas terjatuh di Kabupaten Purbalingga, sedangkan 2011 hingga Agustus lalu sudah 9 penderes terjatuh dari pohon kelapa.

“Kalau jumlah korban tewas dari penderes itu berkurang, bukan berarti penderes sudah mulai menggunakan alat pengaman melainkan banyak petani mulai meninggalkan pekerjaan sebagai penderes,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, Selasa (13/9/2011) ketika memaparkan keprihatinan soal nasib penderes.

Menurut Masruhan Samsurie, pekerjaan sebagai penderes nira adalah pekerjaan yang berisiko tinggi. Penderes itu harus memanjat pohon kepala, rata-rata ketinggian pohonnya lebih dari 15 meter tanpa alat pengaman. Cara naik ke pohon juga manual, mereka naik melalui tangga buatan di batang pohon kepala yang sudah dicuil, seukuran pijakan jari-jari kaki.

Di Purbalingga terdapat 210 perajin gula kepala, dengan produksi rata-rata 30.000 ton per tahun. Jenis usaha kecil ini bisa menyerap tak kurang 45.000 pekerja, terutama kaum perempuan di pedesaan. Harga gula kelapa atau lazim disebut gula jawa berkisar Rp 6.000 sampai Rp 7.500 per kiliogramnya.

Perajin gula kelapa ini sangat tergantung pada penderes, yang setiap hari memanjat pohon kelapa untuk mengumpulkan nira sebagai bahan baku gula. Pekerjaan naik pohon untuk mengambil nira, yang sepele dengan resiko tinggi ini, kerap menyebabkan penderes jatuh dari pohon. Resikonya kalau tidak tewas, ya anggota tubuhnya cacat permanen.

Masruhan berharap, pemda setempat membantu peralatan keamanan bagi penderes seperti alat pengaman yang digunakan oleh petugas Perusahaan Listrik Negara ketika memperbaiki layanan kabel di tiang-tiang tinggi.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42