Logo kotaperwira.com

Petani Karangturi Mrebet Babat Habis Tanaman Jagung

Purbalingga – Petani di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, terpaksa membabat hingga habis tanaman jagung mereka karena diserang penyakit yang oleh petani setempat disebut busuk batang akibat curah hujan relatif tinggi akhir-akhir ini.

Informasi yang dihimpun di Purbalingga, Selasa, serangan penyakit itu diduga akibat kualitas rendah benih jagung dan curah hujan yang cukup tinggi.

Tanaman jagung yang dibabat hingga habis tersebut oleh petani dijual dalam bentuk “kempit” atau “putren” (jagung muda, red.) maupun sebagai pakan ternak./p>

Seorang pengurus Kelompok Tani “Tirto Mulyo” Desa Karangturi, Eko Susanto, menilai, bantuan benih dari pemerintah ternyata bermutu rendah sehingga menyebabkan penyakit busuk batang.

“Padahal benih bantuan ini merupakan jenis jagung hibrida,” katanya.

Selain bibit berkualitas rendah, katanya, munculnya penyakit busuk batang juga disebabkan tingginya curah hujan.

Biasanya, katanya, petani mampu panen jagung pipilan kering sebesar lima ton per hektare tetapi karena terserang penyakit busuk batang, hasilnya hanya 2,5 ton per hektare.

“Untuk itu kami berharap pemerintah memberi bantuan benih sesuai keinginan petani. Hal ini disebabkan petani lebih tahu tentang bibit dan sifat lahan setempat,” katanya.

Data yang dihimpun, petani jagung di Desa Karangturi pada 2011 menerima bantuan benih jagung hibrida sebanyak 150 ton, disalurkan kepada dua kelompok tani yakni Karya Tani dan Tirto Mulyo.

Antara Jateng

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42