Logo kotaperwira.com

Pertumbuhan Industri Purbalingga Saingi Sektor Dominan Pertanian

Industri pengolahan Kabupaten Purbalingga meskipun persentase dalam PDRB hanya sepertiga (10%) dari kontribusi yang disumbangkan sektor pertanian, namun pertumbuhan produksi dan sentra-sentra industri pengolahan di kabupaten Purbalingga lebih tinggi dari sektor pertanian. Dewasa ini, industri pengolahan kabupaten Purbalingga mulai merambah perdagangan di skala nasional maupun internasional. Secara kualitas, produk industri pengolahan dengan spesialisasi komoditi aksesoris kecantikan ini diakui di tingkat internasional. Demikian disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Purbalingga, Setiyadi, dalam Expose Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purbalingga dengan Kelompok Kerja Teknis BKPRN, pekan lalu.

Tidak hanya merambah pasar Asia Timur seperti Jepang, namun komoditi ekspor kabupaten Purbalingga juga merambah pasar Eropa. Walau demikian, tidak selalu komoditi ekspor yang ditawarkan sama satu sama lain. Setiap sasaran pasar internasional, komoditi ekspor yang diunggulkan berbeda-beda, imbuh Setiyadi.

Misalnya Jepang. Untuk pasar Asia Timur seperti Jepang, komoditi industri yang diekspor adalah kotak kayu. Kotak kayu yang merupakan produk industri Purbalingga diakui secara kualitas dan banyak memperoleh permintaan dari distributor perlengkapan kayu yang ada di Jepang.

Sementara itu komoditi ekspor yang populer di Eropa adalah tikar kayu. Tikar kayu hasil produksi industri pengolahan diekspor dengan jumlah unit yang cukup besar ke wilayah Eropa Hasil olahan kayu memang merupakan salah satu produk industri yang angka permintaannya cukup tinggi di Eropa dan Jepang, jelas Setiyadi.

Pengembangan industri di Kabupaten Purbalingga tidak hanya memperhatikan peningkatan kualitas industri saja namun juga penekanan pada kualitas tenaga kerja. Kualitas tenaga kerja di Purbalingga memiliki daya saing yang cukup tinggi dengan skill (keahlian) yang baik. Setiyadi mengatakan, untuk tenaga kerja yang produktif, pendapatan rata-rata yang diperoleh bisa melebihi UMK.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Bimbingan Teknis Wilayah I B Suryaman Kardiat, yang dalam kesempatan ini mewakili Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I, mengatakan bahwa dengan adanya potensi industri yang dimiliki maka akan semakin mudah bagi Kabupaten Purbalingga dalam menentukan arahan pembangunan yang ingin dicapai. Namun demikian, diharapkan sikap idealis birokrasi daerah dalam membatasi penggunaan sumber daya alam yang berlebihan untuk kepentingan industri dan investasi agar tetap dipertahankan.

Pemanfaatan sumber daya alam yang ada memang diperbolehkan untuk kepentingan industri dan investasi tetapi pemanfaatan yang berlebihan apalagi yang merusak kestabilan lingkungan sebaiknya dihindari. Pemanfaatan SDA yang tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat dan hanya merusak lingkungan ada baiknya dihindari, imbuh Suryaman. SDA yang kaya dan beragam bila hanya dieksploitasi dengan tidak bertanggungjawab hanya akan merugikan daerah termasuk masyarakat.

Penataan Ruang

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42