Logo kotaperwira.com

Permintaan Batik Cap Purbalingga Naik 30 Persen

PURBALINGGA – Permintaan batik cap di Kabupaten Purbalingga naik sekitar 30 persen dibanding kondisi normal. Kenaikan ini sebabkan instansi dan sekolah mulai memakai seragam batik tersebut.

Ketua Forum Perajin Batik Purbalingga, Yoga Prabowo mengatakan, sekarang ini banyak permintaan batik cap untuk seragam instansi dan sekolah. Peningkatan ini dirasakan sejak masuk tahun ajaran baru. “Sekolah menerapkan kebijakan untuk guru dan siswanya memakai pakaian batik pada hari tertentu. Hal ini otomatis berdampak pada pemesanan batik di tingkat perajin,” katanya.

Dikatakan Yoga, pemesanan batik yang dipesan adalah batik cap yang harganya lebih terjangkau dibandingkan batik tulis. Harga batik cap berkisar antara Rp 65.000-100.000 per potong. Kisaran harga itu ditentukan dengan jenis kain yang digunakan. “Harga itu lebih murah dibandingkan dengan harga batik tulis yang harganya berkisar Rp 300.000-500.000 per potong,” katanya.

Lebih lanjut Yoga mengatakan, pemesanan batik cap untuk memenuhi pasar di wilayah Eks Karesidenan Banyumas dan luar kota. “Tapi kalau dibandingkan pemesanan paling banyak di luar kota, seperti Lampung. Di sana sekali pesan bisa mencapai 50-100 potong atau meningkat sekitar 30 persen dibanding sebelumnya,” ucap dia.

Untuk memenuhi permintaan, sekarang ini banyak pembatik pemula yang dilatih untuk membatik cap. “Di sini umumnya para perajin membatik tulis, tapi karena sekarang ini permintaan paling banyak batik cap, jadi kami mengarahkan mereka untuk membatik cap,” paparnya.

Sementara itu, Produsen Batik Sokaraja, Banyumas Heru Santosa juga mengemukakan, sekolah dan instansi di wilayah Banyumas sudah banyak yang memakai batik sebagai baju seragam. “Tapi kalau di Banyumas, kebanyakan pemesanan untuk seragam sekolah adalah batik kombinasi,” katanya.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42