Logo kotaperwira.com

Perbanyak Sosialisasi, Launching Jamkesda Purbalingga Ditunda

PURBALINGGA – Launching Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Purbalingga yang sedianya akan dilaksanakan berbarengan dengan sosialisasi Jamkesda tingkat Kabupaten, Rabu (14/12) harus ditunda. Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si menghendaki agar launching dilakukan setelah program Jamkesda yang akan diterapkan mulai Januari 2012 telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan masyarakat.

“Saya kira acara hari ini khusus sosialisasi Jamkesda dulu. Jadi launchingnya kita tunda. Agar Dinas dan Bapel dapat lebih banyak melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat mengerti betul terhadap program ini,” kata Heru saat membuka acara sosialisasi dan launching Jamkesda tahun 2012 di oproom Graha Adiguna Purbalingga.

Menurut Bupati, sosialisasi terutama dilakukan kepada para PNS dan warga mampu yang selama ini dapat berobat ke luar negeri. Mereka diharapkan dapat mendukung program Jamkesda meski telah memiliki kepesertaan jaminan kesehatan lainnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga, mengaku telah melakukan sosialisasi di tiap-tiap Puskesmas, namun diakui masih dibutuhkan sosialisaasi baik kepada stakeholder, jajaran pimpinan dinas/instansi dan para camat. Termasuk warga masyarakat non gakin yang memiliki potensi menjadi peserta Jamkesda.

“Sebetulnya kami telah lakukan sosialisasi di tingkat Puskesmas. Nanti kita tambah sosialisasi dalam bentuk lain. Kami targetkan sebelum akhir tahun kita sudah dapat launching,” jelas Kabid Pemberdayaan dan JPK Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg. Hanung Wikantono MPPM.

Jamkesda Kabupaten Purbalingga, lanjut Hanung, paling lambat berlaku mulai tahun 2012. Sesuai Perda Nomor 9/2010, Jamkesda merupakan penggabungan program JPKM yang telah dikelola Purbalingga sejak 2001, disesuaikan dengan UU No. 20/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Perda Provinsi Jateng No. 10/2009 tentang penyelenggaraan Jamkesda Provinsi Jateng. “Tidak ada yang berbeda dengan program JPKM. Hanya ada beberapa perubahan nomenklatur saja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bapel JPKM/Jamkesda dr. Sutanto M.Kes menuturkan, kepesertaan Jamkesda wajib diikuti oleh penduduk Kabupaten Purbalingga. Terdiri dari peserta Jamkesda Gakin yang meliputi keluarga miskin non kuota Jamkesmas dan Jamkesda Mampu (Non Gakin). “Jamkesda Mampu atau non gakin meliputi keluarga strata II dan strata III. Mereka diharuskan membayar premi sebesar Rp. 120.000/KK/Tahun. Sedangkan bagi peserta Jamkesda Gakin dibiayai oleh Pemkab alias gratis,” terang Sutanto.

Dia menambahkan, seperti pada program JPKM peserta akan memperoleh pelayanan kesehatan secara berjenjang. Bagi peserta Jamkesda Gakin, mendapat fasilitas gratis berobat di Puskesmas (PPK I). Sedangkan apabila berobat ke RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata peserta Gakin mesti iur biaya sebesar 50 persen. “Sesuai kesepakatan dengan pihak RSUD, untuk rawat jalan dan rawat inap kelas III ditanggung Jamkesda 50 %. Sedangkan untuk peserta Jamkesda Mampu untuk rawat jalan mendapat bantuan Jamkesda rata rata Rp. 15.000. Plafon rawat inap di Puskesmas Rp. 175.000 dan selebihnya ditanggung peserta,” katanya.

Untuk pelayanan di RSUD dr Goeteng, lanjut Sutanto, peserta mendapat paket pelayanan rawat jalan/poliklinik dokter spesialis Rp. 25.000 untuk setiap kali kunjungan. Sementara bagi peserta yang menjalani rawat inap mendapat paket pelayanan Rp. 100.000/hari dengan lama perawatan maksimal 30 hari/orang/tahun.

“Pendaftaran bagi peserta Jamkesda Mampu (Non Gakin) akan dimulai sejak 15 Desember 2012 hingga 29 Februari 2012. Sedangkan masa berlaku kartu Jamkesda mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2012,” pungkasnya.

Tags: , , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42