Logo kotaperwira.com

Peranan Guru BK dalam Penyuluhan Bahaya Merokok dan Narkoba Bagi Siswa

Purbalingga – Keberadaan guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dipandang strategis dalam mengemban peran penyuluhan bahaya merokok dan narkoba bagi siswa. Peran guru di sekolah sangat penting, mengingat dari 24 jam aktivitas siswa sehari-hari, 7 jam diantaranya berada di sekolah. Dalam kurun waktu itu, bila peran guru dalam mengontrol aktifitas siswa tidak cermat, memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas yang menyimpang seperti merokok bersama-sama.

“Guru dan semua warga sekolah harus mempunyai komitmen dan mampu menjadi contoh dengan tidak merokok di lingkungan sekolah. Apalagi sewaktu pembelajaran sedang berlangsung,” kata Dwi Haryono dari Dinas Pendidikan Provinsi jawa Tengah saat menjadi pembicara pada acara Sosialisasi Barang Kena Cukai di Operation Room Graha Adiguna Purbalingga, Kamis (7/7).

Sosialisasi barang kena cukai diselenggarakan Biro Hukum Setda Provinsi Jateng bekerjasama dengan bagian hukum dan HAM Setda Purbalingga menghadirkan 4 narasumber. Yakni dari Kanwil Bea Cukai Jateng – DIY, kemudian dari Universitas Kristen Satya Wacana Semarang, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Dinas Pendidikan Jateng. Kegiatan kali ini dikhususkan menghadirkan siswa dari SMP dan SMA beserta para guru BK dan dinas instansi terkait.

Menurut Dwi Haryono, dewasa ini peserta didik menjadi sasaran rentan pecandu rokok dan narkoba. Hal ini kata dia, bisa dilihat dari data yang menyatakan diantara 10 peserta didik SD, terdapat 3 sampai 4 orang yang sudah mengenal rokok.

“Mereka kebanyakan terpengaruh gaya hidup orang dewasa yang ada disekitar mereka. Apalagi kalau bapak gurunya juga merokok. Tentu ini memprihatinkan. Karena tanpa sadar itu akan berdampak buruk pada kualitas prestasi belajarnya,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng telah melakukan upaya sosialisasi dan penyuluhan bahaya merokok ke seluruh jenjang pendidikan. Dia juga mengapreasiasi upaya maksimal dari sejumlah daerah yang telah menetapkan pemberlakuan kawasan bebas rokok.

“Di Jawa Tengah sudah ada 22 kabupaten/kota yang menetapkan perda tersebut. Sedangkan tindak lanjut dipersekolahan, sudah ada 16 kabupaten/kota yang memberlakukan kawasan bebas rokok di sekolah. Alhamdulillah termasuk di kabupaten Purbalingga,” tandasnya.

Diakui Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Purbalingga Tri Gunawan Setyadi SH MH, pengaturan kawasan tanpa rokok telah diberlakukan sejak 2010. Tepatnya bersamaan dengan terbitnya Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 37 tahun 2010 tanggal 26 Juli 2010. Perbub itu berisi pengaturan kawasan tanpa rokok pada sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak dan tempat ibadah. Juga pada kantor pemerintah dan swasta, tempat kerja serta pada angkutan umum. Bahkan di kantor Sekretariat Daerah (Setda), telah disiapkan fasilitas empat ruang khusus untuk aktivitas merokok bagi para pegawai dan tamu Setda.

“Dulu saya perokok. Tetapi bersamaan diberlakukannya perbub, tepat tanggal 26 juli 2010 saya mampu berhenti dari kebiasaan menghisap rokok,” ungkapnya.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42