Logo kotaperwira.com

Penyerahan Bantuan Program ASDOK Kemensos

Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga (Jateng) Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si menengok keluarga Sri Mulyati (44) penderita lumpuh warga Gang Blentung RT 02 RW 06 Kelurahan Purbalingga Lor, Purbalingga, Jum’at (7/12/2012) sore. Bupati menyerahkan bantuan dari pribadi dan juga dari Kementerian Sosial melalui dana program Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat (ASDOK).

Program ASDOK berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan. Penerimaannya disampaikan setiap empat bulan sekali melalui Kantor Pos. “Bantuan kali ini sebesar Rp 1,2 juta yang terhitung sejak bulan September hingga Desember. Selanjutnya juga akan diberikan rutin. Jika ada kesulitan, seilahkan hubungan kelurahan atau kecamatan,” kata Bupati Heru saat menyerahkan bantuan itu kepada Sukamto, suami Sri Mulyati.

Selain dari bupati, bantuan juga datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga, Badan Amal Zakat Daerah (Bazda) dan Dinsosnakertran Purbalingga.

Saat mengunjungi rumah Sri Mulyati, bupati sempat berdialog dengan Sukamto dan anaknya Oktavia Puspitasari (10). Bupati Heru menitipkan uang tali asih untuk membantu sekolah Oktavia. “Ini uang dari Bu Heru untuk biaya sekolah, uangnya dititipkan ke bapaknya ya,” pesen Heru kepada Oktavia.

Bupati Heru juga menyempatkan berdialog dengan Sri Mulyati yang sudah tergolek lemas. Meski suaranya tidak jelas, Bupati bisa menangkap maksud yang disampaikan oleh Sri Mulyati. “Ooo niki pak bupati?, matur nuwun nggih pak bupati,” tutur Sri Mulyati yang tidak begitu julas mimik pembicaraannya.

Kepada Sri Mulyati, Bupati Heru juga berpesan untuk tabah menghadapi cobaan. Hal ini sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa, dan manusia hanya bisa berusaha agar bisa sehat. Sebelum keluar kamar Sri Mulyati, perwakilan Bazda Siswadi memimpin doa untuk kesempuhan Sri Mulyati.

Ketika keluar rumah, Bupati sempat tertegun saat mendapat laporan dari tetangganya jika jaringan air PDAM milik keluarga Sukamto sudah diputus. “Sudah tiga bulan menunggak jadi diputus. Sementara ambil airnya dari mushola,” tutur seorang tetangga Sukamto.

Mendengar hal itu, Bupati langsung menyuruh ajudannya untuk berkoordinasi dengan PDAM agar jaringan air itu bisa disambung kembali.

Diberitakan sebelumnya, Sri Mulyati hanya mampu berbaring di atas tempat tidurnya. Tubuhnya yang kurus kering terkulai lemas tak berdaya. Sri sejak sembilan tahun lalu tak jelas mengidap penyakit apa. Dari keterangan warga sekitar, dokter pun tak tahu penyakit apa yang menimpa Sri.

Kondisi Sri berawal dari tangan yang mulai mengalami disfungsi kinetis kurang lebih sembilan tahun lalu. Tangan Sri lemas dan sulit digerakan. Namun, karena keterbatasan biaya tidak dibawa ke dokter dan lama kelamaan menjalar ke bagian tubuh yang lain.

Oktavia Puspitasari (10), putri Sri, mengatakan, ibunya terserang stroke. Ia mengatakan, ayahnya, Sukamto, sempat memanggil dokter namun dokter tak menangkap gejala apapun dalam diri Sri. Ayahnya bekerja sebaga tukang parkir. “Bapak kerja jam 07.00 sampai jam 18.00,” kata Oktavia.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42