Logo kotaperwira.com

Pentingnya Komunikasi Untuk Menangani Maraknya Orang Gila

PURBALINGGA – Orang Gila banyak kita temukan dilingkungan kita, orang gila bisa saja mengganggu kita bisa juga membuat kita tertawa di buatnya. Namun banyak juga orang gila menjadi hambatan bagi kita. Bagaimanakah cara kita menghadapi orang gila?

Sugiyono, Kasi Bimbingan Rehabilitasi Sosial Purbalingga menyatakan, “Bahwa menurut teori orang gila bisa disembuhkan, dan banyak orang gila yang sudah sembuh bisa berkarya lebih. Lalu bagaimana caranya? Tidak sedikit kita temukan orang gila di lingkungan kita, ada baiknya kita sebagai orang yang sehat bisa atau keluarga si pasien tolong jangan hindari mereka kalau bisa tolong didekati dan diajak berkomunikasi agar tidak berlanjut. Dan bila sudah tidak bisa kita tangani bisa di bawa ke Rumah Sakit Jiwa, dan bagi keluarga yang tidak mampu agar mengajukan ke kelurahan menyatakan keluarga tidak mampu diketahui kecamatan lalu diajukan ke Dinas Sosial.”

Hal ini sangat efektif karena dengan adanya komunikasi yang baik antara orang- orang dekat dengan kita telah membantu mengurangi maraknya orang gila. “Jangan didiamkan ataupun dikucilkan, karena mereka sama manusia yang mempunyai sakit jiwa. Jadi tolong dibantu mereka pun menginginkan hal yang sama dan bisa berkarya. Wal hasil banyak diantara mereka yang sudah sembuh lalu bisa membuka usaha bahkan kami kasih modal.” tegas Sugiyono, saat ditemui dikantornya, Jl. S. Parman, Purbalingga, Jateng, Rabu (14/12).

Perbedaan Gangguan Jiwa dan Penyakit Jiwa

“Jangan salah orang yang marah-marah pun bisa dikatakan terkena gangguna jiwa tetapi bila marahnya lebih dari 3 jam, namun bagaimana kalau tertawa? Ya jangan berlebihan tertawanya jangan terus menerus, makanya ada perbedaan antara orang yang memilki gangguan jiwa dan orang yang mempunyai penyakit jiwa. Gangguan jiwa belum tentu penyakit jiwa, namun penyakit jiwa sudah tentu punya gangguan jiwa.” terang Sugiono, sambil tertawa kecil menahan lucunya.

“Untuk penangan orang gila rumah sakit rujukan kami adalah Panti Laras yakni Panti Ex Jiwa di Boja, Kendal, kemudian Tuna Laras di desa Rembang, Purbalingga, dan ada Panti Persinggahan yakni di Semarang.” pungkasnya.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42