Logo kotaperwira.com

Pensiunan Purbalingga Tahun 2011 Menerima Tali Asih

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga menggelontorkan dana tali asih senilai total Rp 299 juta untuk 299 pensiunan PNS tahun 2011, atau masing-masing pensiunan menerima Rp 1 juta dipotong PPh 5%. Penyerahan langsung disampaikan Bupati Heru Sudjatmoko di Pendopo Dipokusumo, Kamis (15/12).

Tali Asih ini berbeda dengan tali asih yang diberikan KORPRI kepada pensiunan dalam Upacara 17-an setiap bulannya. Tali asih kali ini berasal dari APBD Kabupaten Purbalingga yang dikelola BKD, bukan dari iuran bulanan KORPRI yang ditarik melalui potong gaji.

Sebanyak 299 pensiunan terdiri dari 245 orang yang pension karena mencapai Batas Usia Pensiun (BUP), 32 orang pension karena meninggal dunia dan 22 orang karena Atas Permintaan Pendiri (APS). Biasanya untuk pengajuan APS, terkait dengan kondisi PNS yang sudah sakit-sakitan atau kehilangan fungsi alat gerak atau keuzuran.

Dalam Laporan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purbalingga Wahyu Kontardi yang dibacakan Kabid Mutasi Astutiningsih, pemberian tali asih dengan dana APBD ini bukan kali pertama. Tahun 2009, Pemkab pernah menyerahkan dana tali asih kepada para pensiunan dengan nominal masing-masing orang senilai Rp 250 ribu dipotong PPh 5%. Sedangkan tahun 2010, pemkab tidak memberikan tali asih karena ketiadaan anggaran.

“Tahun 2012 kami sudah mengusulkan bantuan tali asih melalui DPPKAD kabupaten Purbalingga. Mudah-mudahan bantuan tali asih bagi para pensiunan PNS kedepan akan tetap ada dan semakin banyak jumlahnya,” jelasnya.

Ngalah, Ngalih, Nglawan

Dari 299 pensiunan yang menerima dana tali asih, Mantan Sekda Purbalingga Subeno tampak hadir dan memberikan sambutan mewakili para pensiunan. Bahan Subeno juga didaulat menerima tali asih secara simbolis. Subeno mengaku bahagia Karena dana tali asih ini bias diadakan kembali setelah vakum setahun lalu.

Dalam sambutannya, Subeno yang pernah mengalami pasnag surut kehidupan sebagai seorang PNS, mengatakan banyak sekali hal yang patut disyukuri dalam kehidupan ini, termasuk setelah pensiun. Seorang pensiunan, kata dia, bias membandingkan kondisi saat ini dan di masa lalu.

“Kalau dulu inventaris Pak Camat itu cuma sepeda, itupun punya sendiri. Kalau ada acara di kabupaten, harus boncengan sama istri yang pakai kebaya gelungan. Sekarang, kita lihat. Satu rumah biasanya ada lebih dari satu hp, orang tua punya anak-anak juga punya. Ini kan wujud kemakmuran yang harus disyukuri,” jelasnya.

Wujud syukur itu juga dengan tetap menjaga kearifan lokal. Utamanya untuk masyarakat Jawa yang mencintai harmoni, menghindari pertengkaran dan memilih mengalah.

“Sayangnya meski sekarang serba makmur, tapi orang-orangnya sudah banyak berubah. Sedikit-sedikit bertengkar, sedikit-sedikit mengamuk. Kalua orang jawa seharusnya suka harmonia. Lebih baik Ngalah. Kalau masih ditukari ya ngalih. Kalau masih ditukari, baru nglawan,” imbuh mantan pejabat yang dikenal kental filosofi Jawanya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42