Logo kotaperwira.com

Penipuan Penggandaan Uang Abah Nur di Purbalingga

Purbalingga – Polres Purbalingga hingga minggu kedua Mei belum menerima laporan korban lain kasus penipuan penggandaan uang dengan tersangka Abah Nur, April lalu. Diperkirakan masih ada korban lain yang tidak mau melapor.

“Korban tak mau melapor mungkin saja karena perbuatan percaya kepada pengganda uang merupakan perbuatan mustahil. Jadi timbul rasa malu dari korban untuk melapor. Sementara ini hanya dua korban yang melapor,” jelas Kapolres Purbalingga AKBP Roy Hardi Siahaan SIK SH MH melalui Kasatreskrim AKP Senentyo, Kamis (19/5).

Pihaknya juga mengatakan, saat ini berkas sudah diajukan ke kejaksaan dan masih menunggu. Kemungkinan sekitar satu bulan lagi masuk ke pengadilan. “Kita memiliki waktu sekitar dua bulan sejak masa penahanan pertama pelaku. Saat ini kita sudah mengajukan berkas ke kejaksaan dan tinggal menunggu hasilnya,” tambahnya.

Senentyo juga mengungkapkan, pelaku diketahui memiliki banyak anak angkat. Kemungkinan uang dari hasil menipu itu digunakan sebagian untuk menghidupi anak angkat atau anak asuhnya.

“Dia (pelaku) katanya sangat dihormati di kalangan anak angkatnya. Namun dari laporan yang masuk kepada polisi ada kegiatan penggandaan uang di salah satu wilayah Bojanegara. Langsung dilakukan penyelidikan. Hingga akhirnya ditangkap April lalu,” jelasnya.

Sementara itu, kepada Radarmas saat di depan polisi, Rabu (18/5) lalu, pelaku mengaku mulai bermain ritual penggandaan uang sekitar tahun 2008. Namun pada tahun 2009 sempat berhenti dan 2010-2011 kembali melakukan aksinya.

“Saya melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Di Purbalingga mulai 2008 lalu. Rata- rata korban selalu percaya dan menurut perintah saya untuk mencari persyaratan ritual penggandaan uang itu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nur Akhmad Mukorobin Sani alias Abah Nur (40) harus mendekam di tahanan Polres Purbalingga. Dia ditahan karena diduga menjadi pelaku penipuan penggandaan uang secara gaib hingga mencapai miliaran rupiah kepada korban asal Purbalingga.

Sumber: Radar Banyumas

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42