Logo kotaperwira.com

Pengurus Koperasi Harus Lulus Standar Kompetensi SKKNI

Purbalingga – Meskipun koperasi memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan lembaga keuangan lainnya, kenyataannya masyarakat masih belum menaruh minat berinvestasi, simpan dan pinjam di koperasi. Rendahnya komitmen dan SDM para pengurus koperasi itu sendiri disebut-sebut sebagai faktor pencetusnya.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Daerah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jateng Ir Moh Saleh MSi, seharusnya para pengurus koperasi lulus Standar Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI menjadi indikator kualitas SDM para pengurus yang mampu mengelola koperasi secara professional untuk kesejahteraan anggotanya.

“Koperasi menjadi tidak menarik karena pengurus kurang baik mengelola koperasi. Kalau pengurusnya pintar menglola, koperasi pasti akan menguntungkan anggota-anggotanya, sehingga bagi mereka yang belum menjadi anggotapun akan tertarik untuk berkoperasi,” jelasnya, usai mengikuti Pembukaan Raker Dekopinda Kabupaten Purbalingga di Gedung Dekopinda, Selasa (31/5).

Saleh juga mengkritik koperasi di daerah yang belum mampu mengembangkan produk-produk lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut, dan sulit ditemukan di daerah lain. Sebagai contoh di Purbalingga, antara lain produk sapu glagah arjuna, knalpot, brown sugar dan sebagainya.

“Kalau produk-produk lokal ini dikembangkan melalui koperasi secara profesional, saya yakin para pelaku usahanya akan memperoleh keuntungan yang tentu saja berpengaruh pada kesejahteraan para karyawannya,” imbuhnya. (Humas/cie)

Sumber: Purbalinggakab

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42