Logo kotaperwira.com

Pengrajin Purbalingga Butuh Outlet Pemasaran

Purbalingga – Para pengrajin di Purbalingga masih mengalami kendala dalam memasarkan produk kerajinan yang dihasilkan. Selama ini mereka masih menggantungkan pemasaran produknya melalui broker atau pihak ke-2. Sehingga untuk menghindari kerugian, banyak diantara pengrajin yang harus memilih pemesan yang konsekuen dalam arti pembayarannya jelas dan tepat waktu. Pemasaran dengan sistem broker juga membuat produksi tidak berjalan terus-menerus. Karena produksinya tergantung pemesanan.

“Saat ini kami sedang mengerjakan produk nampan sebanyak 2500 buah untuk memenuhi pesanan outlet di Solo. Namun pernah selama dua bulan kami stop produksi karena tidak ada pesanan,” ungkap Arif Purnomo seorang pengrajin bambu asal desa Klapasawit kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Untuk membantu pemasaran terutama di wilayah lokal Purbalingga, dirinya bersama beberapa pengrajin lainnya, menginginkan adanya tempat khusus untuk memasarkan hasil kerajinan secara bersama. Outlet yang dimaksud, lanjut Aris, bukan seperti model pengelolaan Dekranasda namun diserahkan kepada paguyuban pengrajin.

Keinginan itu, disampaikan Aris kepada Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM saat meninjau potensi kerajinan bambu desa Klapasawit, Selasa (4/10). Selain sarana promosi dan pemasaran, kelompoknya juga menginginkan adanya bantuan peralatan mesin agar proses produksi bisa lebih cepat.

Wabup Sukento merespon keinginan para pengrajin dengan menyarankan agar pengrajin memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (IT) seperti membuat website atau memanfaatkan media pertemanan Facebook dan Twitter untuk sarana pemasaran. Untuk sarana outlet, wabup menunjuk kios bekas apotik Purbahusada menjadi salah satu alternatif.

“Coba pak Imam (Kepala Bapermasdes) agar bisa difasiltasi. Kalau memang masih dikontrak, mungkin bisa dibayar saja. Toh sekarang tidak beroperasi,” pinta Wabup.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) R Imam Wahyudi SH M.Si mengakui potensi kerajinan bambu Klapasawit mampu bersaing dengan produk kerajinan bambu dari daerah lain. Sayangnya, kata dia, kerajinan itu belum bisa menjadi tuan di daerah sendiri.

“Diantara kerajinan bambu yang bagus dan memiliki ciri khas klasik yang dijual di Kasongan, Bantul dan Yogyakarta, sebenarnya adalah produk kerajinan asal Klapasawit,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Imam, pihaknya telah berupaya memberikan fasilitasi terhadap sejumlah pengrajin di Purbalingga. Fasilitasi yang dilakukan diantaranya memberikan edukasi, promosi dan pemasaran melalui pameran dan internet. Saat ini sedang diupayakan bantuan peralatan mesin ke pemerintah provinsi Jateng.

Selain memantau potensi kerajinan, di tempat yang sama wabup juga melihat budidaya lele dumbo oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Abadi”. Kelompok yang berdiri 7 Juli 2011, saat ini sudah membangun 8 buah kolam ukuran 4 x 12 meter memanfaatkan lahan bengkok perangkat desa. Dari delapan kolam yang ada, 2 kolam sudah terisi lele dan siap panen pada 10 Oktober mendatang.

Tags: , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42