Logo kotaperwira.com

Pendirian Pabrik Gula di Purbalingga

Purbalingga – Realisasi pendirian pabrik gula di Kabupaten Purbalingga ternyata sangat berarti bagi masyarakat maupun pemerintah kabupaten sendiri. Bupati Purbalingga mengakui, sukses maupun gagalnya pendirian pabrik gula itu menjadi pertaruhan dalam masa kepemimpinannya itu.

“Ini pertaruhan bagi saya. Jika pabrik gula itu bisa beroperasi pada tahun 2013 tentu akan memberikan nilai tambah. Jika pabriknya mangkrak, ya seperti orang kalah main saja,” tutur Bupati Purbalingga, Drs H Heru Sudjatmoko M.Si saat menerima kunjungan Komisi B DPRD Jawa Tengah, Rabu (9/3).

Karena itu, Pemkab Purbalingga memberikan dukungan penuh dalam rangka mensukseskan berdirinya pabrik gula di Purbalingga. Salah satunya dengan mengupayakan lahan yang cukup untuk lokasi pendirian pabrik. Setelah kehadiran pabrik gula ini ditolak di Desa Kebutuh Kecamatan Bukateja, Pemkab Purbalingga menyiapkan empat lokasi alternatif. “Kami telah mencarikan lahan alternatif untuk pengembangan industri itu. Dua di Kecamatan Bukateja yakni di Desa Kutawis dan Kebutuh. Dua lainnya di Kecamatan Kemangkon yakni Kedungbenda dan Majasem. Pertimbangannya, tanah tersebut bukan lahan subur dan berdekatan dengan sungai. Kami mempersilakan PT Putra Giri Manis untuk memilihnya,” tutur Bupati Purbalingga.

Selain untuk persiapan lahan pabrik gula, empat lokasi tersebut juga disiapkan untuk calon investor lainnya yang berminat datang untuk mengembangkan usahanya di Purbalingga. “Pengembangan lokasi industri untuk lainnya juga harus dipikirkan,” tambahnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, Yahya Haryoko mengungkapkan, pendirian pabrik gula di Kabupaten Purbalingga itu harus memberikan dampak positif kepada masyarakat petani. Jangan sampai, para petani malah tidak menjadi tertarik untuk mengembangkan tebu. “Perusahaan harus menjamin secara ekonomis pengembangan tebu oleh para petani dengan memberikan harga beli yang kompetitif. Berdasarkan pengamatan kami, beberapa pabrik gula di Jawa Tengah mematok rendemen yang tinggi. Sementara produk tebu dari petani kurang memenuhi target rendemen sehingga dibeli dengan harga yang kurang menguntungkan,” tutur Yahya.

Direktur operasional Putra Giri Manis, Rudi Sudirman mengatakan, penetapan lokasi pendirian pabrik gula tersebut akan ditentukan dalam bulan ini juga. PT PGM akan tancap gas karena sudah menargetkan pembangunan pabrik pada Maret 2011 dan menargetkan mulai melakukan penggilingan pada 2013.

“Selain menyewa lahan, kami juga akan menjalin kerjasama dengan koperasi petani tebu. Berapapun rendemen yang ada, akan kami subsidi 0,5 persen sehingga dapat menambah keuntungan petani. Pada awal operasi kami menargetkan rendemen 7 persen dengan produktivitas 80 ton per hektar,” ungkapnya.

Sumber : Radar Banyumas

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42