Logo kotaperwira.com

Pendaki Gunung Slamet Wajib Didampingi Warga

Purbalingga — Para pendaki Gunung Slamet dari Pos Bambangan, Desa Kutabawa, kecamatan Karangreja, kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, harus didampingi pemandu dari daerah setempat. Aturan yang diberlakukan itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan, yang sering kali ditimbulkan oleh kecerobohan para pendaki.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Purbalingga, Titi Setyawati, Jumat (23/9/2011), mengatakan, setelah ditutup sejak tiga tahun lalu, jalur pendakian dari Pos Bambangan akhirnya secara resmi dibuka.

“Keputusan ini berdasarkan surat resmi dari Pos Pengamat Gunung Api Slamet di Pemalang awal Agustus lalu,” katanya.

Meski demikian, dia menampik anggapan dibukanya Pos Bambangan hanya semata untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Banyak pihak mengkhawatirkan, dibukanya lagi pendakian untuk umum akan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan yang akhir-akhir ini marak di gunung tertinggi di Jawa Tengah itu. Terlebih jalur pendakian dari Tegal dan dari Baturraden masih ditutup oleh Perum Perhutani.

“Yang penting gunungnya kan sudah normal. Justru untuk menjaga kemungkinan kecerobohan para pendaki, kami mewajibkan para pendaki didampingi jasa pemandu setempat. Jika tidak mau, tidak akan diperbolehkan naik,” kata Titi.

Menurut dia, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat. Tugas para pemandu ini tidak hanya mengantar pendaki hingga puncak, tetapi juga mengawasi dan mengingatkan para pendaki supaya tidak sembarangan membuang puntung rokok yang dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42