Logo kotaperwira.com

Pencairan Dana BOS Jateng Tepat Waktu

Semarang – Kepala Dinas Pendidikan Jateng Kunto Nugroho menyatakan, pencarian dana bantuan operasional sekolah (BOS) di Jawa Tengah 2011 selama tiga periode triwulan sesuai rencana.

Hingga triwulan ketiga ini, menurutnya, sudah 34 kabupaten yang telah mencairkan dana tersebut. “Hanya Kabupaten Magelang yang belum mencairkan BOS. Namun itu masih dalam rentang waktu pencairan. Itu saja untuk sekolah negeri, sedangkan swasta sudah cair,” tandasnya.

Kunto menjelaskan, khusus Kabupaten Magelang masih tahap proses pencairan. “Proses ini masih masuk dalam jangka waktu pencairan. Jangan lalu dianggap telat, karena pencairan ada rentang waktunya,” ujar Kunto.

Purbalingga dan Banyumas Mendapat Penghargaan Terkait Pencairan Dana BOS

Bahkan, lanjut dia, Jawa Tengah termasuk provinsi yang bagus dalam menjalankan pencairan BOS. Ia menyebutkan, prestasi ini dibuktikan dengan penghargaan kepada Kabupaten Purbalingga dan Banyumas sebagai daerah yang tepat waktu mencairkan dana BOS.

Kunto mengutarakan, perubahan mekanisme pencarian BOS sudah diantisipasi pihaknya dengan memberikan pendampingan kepada kabupaten/kota. “Jauh sebelumnya kami sudah mengadakan workshop untuk daerah mengenai mekanisme pencairan dana bantuan ini. Istilahnya kita berbagi pengalaman,” ungkap dia.

Tetap Memonitor

Meski dengan otonomi daerah kewenangan pencairan pada 2011 ini ada di tangan kabupaten/kota melalui kas daerah, menurut Kunto, pihaknya tetap melakukan monitoring dan pendampingan. Selama 2005-2010, pencairan BOS melalui Dinas Pendidikan Jateng. “Kami memahami butuh sedikit waktu bagi daerah untuk menyesuaikan dengan aturan baru. Namun secara keseluruhan pencarian di Jateng tidak ada kendala,” tutur dia. Tugas Disdik Jateng, jelasnya, hanya mengkoordinasi dan menyurati agar tepat waktu. “Kami di sini juga bermediasi jika terjadi permasalahan.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, pencairan dana BOS di wilayahnya tepat waktu disalurkan ke sekolah-sekolah. “Hanya kami minta petunjuk teknis (juknis) pencairan harus sudah ada sebelum masuk ke APBD,” kata Bunyamin. Dia mengatakan, kendala yang sering dihadapi adalah lambatnya sekolah memasukkan data persyaratan ke pada dinas pendidikan. “Data itu harus nyata. Artinya, sekolah harus membuat data akurat untuk mendapatkan BOS. Misalnya jumlah siswa yang menerima bantuan,” ujar Bunyamin.


Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42