Logo kotaperwira.com

Penandatanganan Kontrak Kerja Pembangunan SMK Dhuafa

SMK Dhuafa Mulai Dibangun Juli

PURBALINGGA – Kepastian pembangunan SMK Negeri 3 Purbalingga atau yang biasa disebut SMK Duafa menemukan titik terang. Karena, Rabu (4/7) kemarin, penandatanganan kontrak kerja pembangunan SMK telah dilakukan. Besarnya nilai kontrak mencapai Rp 5 miliar lebih. Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan surat perintah mulai kerja yang berarti proyek tersebut harus segera dilaksanakan, Juli ini.

Pembangunan SMK dhuafa merupakan satu dari 31 paket pekerjaan konstruksi tahap IV yang ditandatangani kemarin. Paket pekerjaan konstruksi tahap IV itu bakal menelan dana hingga Rp 29.907.586.000. Kegiatan itu dibagi dalam 21 paket pekerjaan bidang Bina Marga dan 10 paket bidang Cipta Karya.

Hal itu dikatakan Kepala DPU Purbalingga, Ir Sigit Subroto MT saat penandatanganan 31 paket pekerjaan konstruksi tahap IV di aula dinas setempat. Ia mengatakan, kontraktor diminta segera melaksanakan pekerjaan. Karena, waktu pelaksanaan kegiatan hanya tersisa sekitar lima bulan sampai akhir tahun.

“Kami akui waktu yang ada cukup mepet. Namun kami yakin dengan kontraktor yang saat ini menerima kontrak, akan mampu bekerja cepat. Karena dibatasi sampai akhir tahun ini. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan kualitas hasil,” paparnya, kemarin (4/7).

Sekolah itu akan dibangun lengkap dengan asramanya dalam tahun ini. Kontrakor yang menggarap pekerjaan ini diminta bisa bekerja cepat dan melihat musim serta pertimbangan lainnya. Kepada dinas atau satuan kerja terkait lainnya, diminta untuk ikut mengawasi.

Bupati Purbalingga, Drs Heru Sudjatmoko meminta untuk proyek yang bernilai besar, harus benar-benar diawasi. Tak menutup bagi nilai kontrak sedang ataupun biasa, juga tetap dipantau. Bagi para kontraktor yang bukan pemula, sudah tentu harus memikirkan waktu, musim dan menghadapi puasa dan lebaran.

Untuk SMKN 3, ia meminta bangunannya yang berkualitas. Pembangunan ruang kelas, asrama dan lainnya, tahun ini harus rampung. “Tak ada alasan putus kontrak karena tidak ada uang dan pekerjaan molor dan mandek. Pemerintah jelas dirugikan. Namun jika dilakukan pengawasan ketat, setidaknya segala permasalahan yang muncul bisa langsung disikapi pemerintah. Jangan seperti tahun sebelumnya, ada beberapa kontraktor yang diputus kontrak,” tambahnya

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Drs Subeno SE MSi menjelaskan, alokasi anggaran per siswa di SMK Dhuafa selama satu tahun ajaran mencapai sekitar Rp 8.400.000. Jumlah itu termasuk untuk keperluan makan, pakaian dan lainnya. Semua dana sudah tersedia dan tinggal merealisasikannya saat tiba waktunya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42